Minggu, 18 November 2018

Calon Pengantin Diusulkan Wajib Tes HIV/AIDS

SERANG, (KB).- Komisi II DPRD Kabupaten Serang berencana membuat Peraturan Daerah (Perda) tentang Penanggulangan HIV/AIDS. Dalam perda tersebut, nantinya akan ada aturan terkait calon pengantin yang wajib melakukan tes penyakit tersebut, sebelum menikah. Hal tersebut untuk meminimalisir penularan. Rencana tersebut muncul setelah Komisi II, melakukan kunjungan kerja dan berdiskusi dengan Dinas Kesehatan Kota Bogor, Senin (15/10/2018).

“Di Kota Bogor sudah memiliki perda tentang penanggulangan HIV/AIDS. Di dalam rgulasi itu ada aturan terkait orang yang mau menikah atau calon pengantin harus melakukan tes HIV/AIDS terlebih dahulu dan itu bagus juga, karena penularan HIV/AIDS itu kan salah satunya melalui hubungan badan,” kata Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Serang, Fahmi Hakim kepada Kabar Banten melalui sambungan telepon.

Ia menuturkan, perda tersebut akan menjadi iniasitif DPRD. “Komisi II akan membuat inisiatif dalam rangka pembentukan regulasi itu dan ini akan di persiapkan, kami akan ajukan di 2019. Berkoordinsi hal yang baik, untuk rakyat kan ibadah,” ujarnya. Ia mengungkapkan, di Kota Bogor menyosialisasikan tentang bahaya HIV/AIDS ke seluruh unsur, mulai dari tingkat remaja sampai usia matang.

“Kami juga melihat dari sisi data tabel yang mereka (Dinkes Kota Bogor) sampaikan, dengan adanya regulasi itu signifikan pengurangannya, karena mereka melakukan proses pemeriksaan dan pengobatan. Kemudian, tidak ada lagi diskriminasi pada penderitanya, biasanya kan orang gak mau dekat, padahal kan kalau bersentuhan saja tidak akan menular, beda dengan TBC batuk saja menular,” ucapnya.

Menurut dia, perda tersebut juga untuk mendukung upaya penanggulangan HIV/AIDS di Kabupaten Serang. “Sekarang kami buat regulasinya dulu, nah setelah itu baru didorong konsekuensi anggaran, agar penggunaannya lebih efektif dan terarah serta hasilnya lebih maksimal, karena sudah ada perdanya,” tuturnya.

Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Serang, Heri Azhari mengatakan, terkait bahaya HIV/AIDS harus tersosialisasikan dengan baik ke masyarakat. Kemudian, masyarakat juga jangan ada yang mendiskriminasi penderitanya, karena mereka juga butuh harapan hidup.

“Sosialiasikan penularan HIV/AIDS itu bisa melalui apa saja, kalau bersentuhan saja kan tidak menular, kecuali bersetubuh. Nah, di Bogor, itu sosialiasi HIV/AIDS sudah masuk ke sekolah terutama tingkat SMP dan SMA, karena itu rentan, sosialisasikan bagimana bahaya HIV/AIDS,” katanya.

Ia mendukung, adanya keharusan bagi calon pengantin untuk melakukan tes penyakit tersebut. “Jadi, kalau yang namanya perda berarti harus dilaksanakan, jadi sebelum menikah calon pengantin ini diperiksa dulu, khawatir sudah positif, kalau sudah kena kan menular,” ujarnya.

Untuk aturan tersebut, ucap dia, Pemkab Serang harus bekerja sama dengan Kantor Urusan Agama (KUA). “Nanti kan calon pengantin itu daftar ke KUA, nah dalam hal ini pemkab kerja sama dengan KUA dan harus diterapkan. Penularan HIV/AIDS itu yang paling mendominasi kan karena bersetubuh,” tuturnya.

Selain itu, menurut dia, sosialisasikan ke sekolah-sekolah, agar menghindari pergaulan bebas. Perda tersebut, juga mengatakan, untuk mencegah hubungan seksual di luar nikah. “Dengan adanya aturan ini, mereka akan lebih berhati-hati. Perda ini di Bogor efektif,” katanya. (YY)*


Sekilas Info

Kegiatan Reses Dewan Diawasi

SERANG, (KB).- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Banten menerjunkan petugas untuk mengawasi kegiatan reses, kegiatan tersebut rawan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *