Calon Mahasiswa Uniba Ikut TPA

SERANG, (KB).- Sebanyak 300 calon mahasiswa Universitas Bina Bangsa (Uniba) mengikuti Tes Potensi Akademik (TPA) gelombang pertama, pada penerimaan mahasiswa baru (PMB) tahun ajaran 2019/202, di Aula Uniba, Sabtu (27/4/2019).

Rektor Uniba Furtasan Ali Yusuf mengatakan, 300 calon mahasiswa tersebut akan masuk keenam fakultas dan sebelas prodi yang ada di Uniba. Saat ini prodi favorit masih didominasi oleh manajemen, akuntasi, teknik industri, komputer, dan hukum.

“Gelombang kedua TPA pasti lebih banyak, karena pada gelombang pertama menjaring calon mahasiswa awal saja. Untuk mahasiswa baru sesuai dengan sistem masuk dan keluar, yang keluar ini kira-kira 1.200 dan yang masuk seperti tahun lalu 2.500 mahasiswa baru,” kata Furtasan kepada Kabar Banten.

Ia mengatakan, pada tes potensi akademik tersebut diberikan materi dasar yakni bahasa Indonesia, bahasa Inggris, matematika, dan wawancara terstruktur.

“Pelaksanaan TPA dilaksanakan hanya satu hari. Selain itu juga kami akan menyosialisasikan beasiswa pendidikan untuk mahasiswa yang mempunyai prestasi melalui jalur bidikmisi, bagi mahasiwa yang kurang mampu dan yang baru lulus SMA/SMK,” ujarnya.

Ia mengatakan, kuota bidikmisi tahun ini ada sekitar 50, pihaknya akan memberikan kuota bidikmisi tersebut bagi siapa saja yang penting mereka daftar di Uniba. Selain itu, mereka akan mengikuti tahapan-tahapan setelah mengikuti TPA.

“Tahun lalu juga ada mahasiswa dari Pandeglang, Serang, dan ada juga dari Lampung. Selesai mengikuti TPA, mereka tahu dulu hasil dari potensi akademik seperti apa. Potensi akademik itu banyak di antaranya untuk mengukur kemampuan awal mahasiswa kita rata-rata, lalu melakukan registrasi dan akan dilakukan arahan untuk mengikuti Pra akademik,” ucapnya.

Ia berharap, sebagai proses awal mahasiswa sudah menentukan jurusan, soal menganalisis jurusannya masing-masing.

“Maka dari awal saya ingatkan, sesuai dengan minat dan bakat itu penting untuk disampaikan. Seperti baru di semester awal sudah pindah jurusan. Dari awal pengetahuan tentang jurusan itu penting,” tuturnya. (DE/YA)*

1 KOMENTAR

  1. Dunia pendidikan semakin mumpuni untuk digandrungi karena pemerintah telah memberikan berbagai jenis beasiswa untuk tetap bisa belajar kejenjang pendidikan yang lebih tinggi,salah satu yang di harapkan masyarakat yang kurang mampu adalah program beasiswa sehingga masyarakat golongan menengahpun bisa mengecam pendidikan tinggi karena sesuai amanat undang-undang dasar 1945 yakni mencerdaskan kehidupan bangsa..semoga bangsa indonesia semakin cerdas dan maju.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here