Calon Independen Diprediksi Ramaikan Pilkada 2020 di Banten

SERANG, (KB).- Pilkada 2020 di empat kabupaten/kota di Banten akan diramaikan calon kepada daerah jalur independen. Hal tersebut disebabkan biaya pencalonan jalur partai politik (parpol) yang dianggap mahal.

“Partai kenapa mahal karena ada tiga bermain di sana. Pertama, struktur partai harus ada kosnya, kemudian relawan juga akan ada kosnya, kemudian timses ada kosnya. Kalau (jalur) independen kos yang dikeluarkan hanya ada satu, yaitu untuk relawan,” kata Akademisi Untirta Suwaib Amirudin memprediksi, Senin (8/7/2019).

Menurutnya, pancalonan jalur independen memang harus menempuh jalan yang cukup berat, terutama harus mengumpulkan syarat dukungan dari warga yang ditunjukkan dengan kartu tanda penduduk (KTP).

“Tetapi Pandeglang misalnya itukan sudah muncul kemarin ada artis. Kemudian kita lihat lagi di Kabupaten Serang itu infonya ada dari unsur partai yang tidak terpilih menjadi anggota legislatif, itu akan berencana maju di independen. Kemudian kita lihatnya di Tangsel juga sekda dengar-dengar informasi mau dari jalur independen,” ujarnya.

Terkait peluang terpilih, ia mengatakan, calon jalur independen bukan tidak mungkin memenangkan pilkada. Dengan catatan yang bersangkutan memiliki struktur tim sukses yang massif sampai tingkat RT/RW. Tidak kalah penting dia juga harus memiliki popularitas.

“Sebenarnya orang kalau kita melihat budaya politik kita hari ini biasanya ada dua yang terpilih, pertama memang karena dia sudah punya nama, nama itu bukan cuma sekadar dikenal tapi nama dan dia duduk dalam struktur birokrasi atau struktur parlemen. Kemudian dia incumbent. Tetapi kalau misalnya ada satu wilayah tidak maju incumbent-nya itu biasanya peluangnya besar,” ucapnya.

Jika berkaca pada calon jalur independen pada Pilkada Kota Serang, ia melihat perolehan suaranya sudah cukup bagus.

“Di Kota Makassar juga yang menang itu adalah yang bukan didukung oleh partai, kotak kosong yang menang. Artinya masyarakat kita sudah bergeser paradigma pencoblosannya,” tuturnya.

Tokoh yang akan mencalonkan diri melalui jalur independen perlu mempersiapkan diri sejak saat ini, terutama mengumpulkan dukungan.

“Bagaimanapun KTP tidak sekadar KTP, tapi ada surat legalitas yang ditandatangani oleh pendukung. Pandeglang lumayan, Pandeglang agak hangat,” ujarnya.

Punya peluang

Hal hampir senada dikatakan Presidium Jaringan Demokrasi Indonesia (JADI) Provinsi Banten Saeful Bahri. Dia menilai, calon jalur independen punya peluang memenangkan pilkada kabupaten/kota. Asalkan yang bersangkutan melakukan kampanye secara massif.

“Bergantung yang bersangkutan dipersepsikan oleh publik. Kalau yang bersangkutan dipersepsi publik orang yang dipercayai untuk dicoblos, kan tidak menutup kemungkinan dia yang menang. Maka pilihlah pasangan yang sangat signifikan, sebenarnya memilih pasangan bukan individu,” ucapnya.

Ia menuturkan, tokoh yang akan maju melalui jalur independen harus mulai mengumpulkan dukungan dari masyarakat. Sebelumnya perlu dilakukan koordinasi dengan KPU kabupaten/kota setempat untuk memastikan format dukungan yang perlu dilampirkan.

“Kalau calon partai itu kan surat pernyataan pimpinan parpol pusat. Makanya antara jalur parpol dan perseorangan itu enggak pernah tabrakan, tidak pernah saling menjegal,” ucap pria yang juga mantan Anggota KPU Banten ini. (SN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here