Rabu, 22 Agustus 2018

Calo Tenaga Kerja Masih Marak

SERANG, (KB).- Kasi Pengupahan dan Jaminan Sosial pada Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Banten, Karnajaya mengakui jika praktik percaloan untuk masuk ke beberapa perusahaan atau pabrik di Banten masih marak. Modusnya meminta uang kepada pelamar sebagai jaminan untuk masuk kerja.

“Memang (calo ketenagakerjaan) fakta, bukan fenomena. Bahwa ketika ada lowongan kerja oleh oknum tertentu (yang menjajakkan jadi calo ketenagakerjaan),” katanya dalam kegiatan jaring aspirasi masyarakat tentang isu aktual ketenagakerjaan di Banten, penanggulangan pengangguran dan sistem pengupahan oleh Komisi V DPRD Banten, Disnaker Banten, dan BBLKI Serang di salah satu yayasan dekat Terminal Pakupatan, Kota Serang, Sabtu (11/11/2017).

Ia mengatakan, yang paling meresahkan sang calo kadang juga menipu korbannya. Korban sudah membayar dengan jumlah uang tidak sedikit, namun tak lama kemudian si korban malah dikeluarkan dari perusahaan yang menerimanya. “Biasanya ada baru tiga bulan dikeluarkan lagi,” katanya.

Sampai saat ini memang belum ada laporan dari masyarakat terkait praktik tersebut. Namun tidak dipungkiri isu tersebut masih menghantui ketenagakerjaan Banten. Masyarakat diminta tidak segan-segan lapor kepada Disnaker Banten apabila menemukannya, selanjutnya laporan akan ditindaklanjuti oleh tim pengawas. “Kami sudah bekerja dengan Polda Banten,” ucapnya.

Jika terbukti, si calo akan dikenakan sanksi. Pun demikian dengan perusahaan yang juga terbukti terlibat, ancaman terberat dapat berupa penutupan. “Kami ada program sosialisasi itu mengundang masyarakat (terkait arahan tidak melukan praktik calo), dan Kadisnaker (Alhamidi selalu mengatakan) bahwa apabila lowongan kerja yang didadangkan laporkan kepada kami,” ujarnya.

Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Banten Nomor 4 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Ketenagakerjaan, setiap perusahaan di Banten wajib menginformasikan penerimaan tenaga kerja kepada masyarakat. “Tidak boleh menutup,” katanya.

Tidak hanya calo, kata dia, persoalan ketenagakerjaan juga masih dihadapkan pada tingginya angka pengangguran sebagaimana yang dirilis BPS Banten belum lama ini. Penyebab yang paling dominan antara lain digitalisasi dan robotisasi, serta minimnya skil masyarakat. “Kedepannya meningkatkan BLKI, kemudian tindakan terhadap calo tenaga kerja, kemudian menarik sebanyak investor tetapi menolak upah minim,” tuturnya.

Anggota Komisi V DPRD Banten, Encop Sopia menilai, maraknya calo ketenagkerjaan didorong oleh sistem pengawasan yang masih lemah. Dalam hal ini pemerintah diwajibkan memperketat pengawasan serta responsip terhadap keluhan masyarakat terkait calo.

“Karena betapa besar angka pengangguran kita sehingga masyarakat mau melakukan apa saja yang penting tidak menganggur, meskipun (kadang) dia bayar untuk masuk tapi biasanya tiga bulan udah dipecat lagi. Atau, dibuat tidak betah, sehingga calo dapat mencari korban lainnya,” katanya. Disnaker Banten juga diminta untuk menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat dan perusahaan di Banten. “Disampaikan kepada masyarakat secara langsung, agar punya gambaran,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Pemberdayaan BBPLK Serang, Sayekto mengatakan, pihaknya telah membuka kesempatan luas kepada warga Banten untuk meningkatkan kompetensi dengan menjadi peserta BBLKI Serang. Harapannya dapat membekali masyarakat dalam menghadapi persaingan bursa kerja. “Fokus sekarang ke bidang listrik dan bidang las,” ucapnya.

Untuk menjadi peserta BBLKI persyaratannya terbilang mudah, cukup membawa KTP, selanjutnya peserta akan mengikuti pelatihan. Meskipun memang untuk yang pendidikan dua tahun akan dilakukan seleksi ketat, dengan persyaratan lebih banyak. “Sekarang zamannya kompetensi,” tuturnya. (SN)***


Sekilas Info

LAZ Harfa Banten Gelar Sholat Ghaib dan Doa Bersama Untuk Korban Gempa Lombok

SERANG, (KB).- Lembaga Amil Zakat Harapan Dhuafa (LAZ Harfa) Banten menggelar sholat ghaib dan doa bersama …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *