Calo Pencaker Dilaporkan ke Polisi

LEBAK, (KB).- Sembilan orang pencari kerja (Pencaker) menjadi korban dugaan pungutan liar (pungli) dan penipuan oleh oknum calo di pabrik sepatu PT Parkland Word Indonesia (PWI), Citeras, Kecamatan Rangkasbitung. Kasus tersebut terungkap setelah korban melaporkan kasus itu ke Mapolsek Rangkasbitung, Kamis (3/10/2019).

Berdasarkan keterangan, para korban merasa ditipu oleh oknum berinisial AK. Oleh pelaku korban diiming-iming masuk kerja ke perusahaan tersebut dengan syarat korban harus menyerahkan uang sebesar Rp 1,5 juta.

Korban yang tergiur dengan iming korban pun memberikan sejumlah uang yang dipinta pelaku. Setelah memberikan sejumlah uang, korban pun melakukan sesi wawancara sebagaimana umumnya. Namun, setelah berlangsung proses interview sudah hampir lima bulan lamanya sejak interview para korban tidak juga bekerja di perusahaan itu sebagaimana yang telah dijanjikan.

Salah seorang korban, Jueni Setiawati (23) warga Kecamatan Cibadak menuturkan, awalnya dirinya bermaksud melamar kerja di pabrik sepatu PT PWI. Namun, ketika akan melamar ia diminta uang oleh AK sebesar Rp 1,2juta dengan iming-iming bisa memasukkan kerja di perusahaan tersebut.

“Saya diminta uang sebesar Rp 1,2 juta oleh oknum itu. Tapi setelah ditunggu hampir lima bulan, saya tidak juga masuk kerja sebagaimana yang telah dijanjikan,” kata korban saat melaporkan kasus itu ke Mapolsek Rangkasbitung.

Terpaksa kasus itu dilaporkan ke polisi, karena oknum itu telah merugikan. Selain dirinya, masih ada beberapa korban lainnya yang juga tertipu oleh oknum tersebut.

“Saya dan delapan orang ini dijanjikan bekerja di PT PWI. Awalnya kami mencari-cari AK untuk meminta penjelasan dan uang dikembalikan. Soalnya kalau ditelepon dianya (AK) janji-janji terus, makanya kami akhirnya lapor ke polisi,” ujar Jueni.

Hampir senada dikatakan Sopiani (18) warga Kecamatan Leuwidamar. Ia mengaku menjadi salah satu korban dugaan pungli dan penipuan saat akan melamar bekerja di pabrik sepatu PWI Rangkasbitung.

Menurutnya, ia mengenal AK karen dikenalkan oleh salah satu rekannya sesama pencari kerja di PT PWI. Kemudian, kata Sopiani, AK dan dirinya bertemu di sebuah warung di depan pabrik.

“Saya sudah inteview, terus sesudah inteview harus ngasih uang sebesar Rp 300 kepada AK. Sesudah itu sampai sekarang tidak pernah ada kabar apapun lagi,” ucap Sopiani.

Sementara itu, sejumlah korban lainnya menyebut, dari pungutan yang diminta oleh AK nilainya bervariatif. Mulai dari Rp 300.000 Rp 500.000 hingga Rp 1,2 juta per pencaker. Sebesar Rp 300.000 disebut-sebut untuk orang dalam perusahaan berdasarkan keterangan AK kepada para korban.

Kapolsek Rangkasbitung AKP Ugum Taryana membenarkan adanya laporan sejumlah pencaker di PT PWI yang mengaku korban dugaan pungli dan penipuan. “Iya, laporan kita terima. Kita akan dalami apa yang menjadi laporan para korban dugaan pungli itu. Syukur kalau ada bukti-bukti kuat dan saksi,” tutur Ugum Taryana. (PG)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here