Senin, 23 April 2018

Bus Rombongan Ziarah Terbalik

PANDEGLANG, (KB).- Bus Wadjar bernomor polisi A 7714 KC yang dikemudikan Jupri Saepuloh (49) warga Lebak mengalami kecelakaan hingga terbalik di kawasan Perhutani Cibaliung-Cikeusik, di Jalan Leuweung Lojor, Kecamatan Cibaliung, Pandeglang, Rabu (21/3/2018) pukul 04.30.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Sementara bus tersebut sedang mengangkut rombongan ziarah. Menurut informasi, akibat kecelakaan tersebut, dari 32 penumpang dalam bus, sebanyak lima penumpang luka berat dan lima luka ringan. Para korban sudah dievakuasi ke Puskesmas Cibaliung untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan petugas medis.

Kapolsek Cibaliung AKP Triyono membenarkan adanya kecelakaan tunggal bus rombongan ziarah. Bus tersebut baru hendak membawa rombongan selepas ziarah dari Banten Lama. “Saya sudah laporkan kejadiannya ke Polres Pandeglang. Tidak ada korban jiwa, namun ada dua penumpang luka berat dan lima luka ringan,” ujar Kapolsek Cibaliung AKP Triyono.

Sopir ngantuk

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Pandeglang, AKP Tesyar Rhofadli Prayitno mengatakan, bus tersebut membawa rombongan pulang ziarah dari Banten Lama. Bus tersebut hendak mengantar pulang penumpang ke Kampung Nanggala, Desa/Kecamatan Cikeusik. “Setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), diduga sopirnya ngantuk dan kehilangan kendali. Akibatnya, bus mengalami kecelakaan hingga kondisi busnya terbalik,” kata Kasat Lantas Polres Pandeglang, AKP Tesyar Rofadli Prayitno kepada Kabar Banten, Rabu (21/3/2018).

Hasil pemeriksaan di TKP, kecelakaan tidak menimbulkan korban jiwa. Tetapi ada beberapa penumpang luka berat dan luka ringan. Para penumpang yang mengalami luka-luka sudah dievakuasi ke Puskesmas Cibaliung untuk mendapatkan pengobatan medis. “Ya, ada kecelakaan tunggal bus rombongan ziarah. Tidak ada korban jiwa. Untuk penumpang yang luka sudah dievakuasi ke Puskesmas Cibaliung,” tuturnya.

Ia mengimbau angkutan transportasi agar berhati-hati saat berada di wilayah yang medan jalannya rawan kecelakaan. Selain itu, jika sopir ngantuk lebih baik berhenti untuk istirahat di tempat aman. Setelah kembali normal, baru bisa melanjutkan perjalanannya menuju tujuan. “Sebaiknya, jika pengemudi ngantuk sebaiknya beristirahat. Jika sudah merasa segar dan hilang rasa ngantuk, bisa kembali melanjutkan perjalanan. Ini penting untuk menghindari kecelakaan,” tuturnya. (IF)***


Sekilas Info

Guru Pencetak Generasi Bangsa

Bupati Pandeglang, Hj. Irna Narulita mengatakan, guru merupakan pelukis masa depan dan tugas seorang guru …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *