Bus Berisi 22 Penumpang Terjun Bebas, 3 Orang Meninggal

CILEGON, (KB).- Kecelakaan lalu lintas terjadi di Kilometer 86 Tol Tangerang – Merak, tepatnya di Desa Wanasaba, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Senin (12/6/2017) sekitar pukul 11.23. Satu unit bus Sri Maju (SM) Prima jurusan Kampung Rambutan-Merak, bermuatan 22 penumpang, dengan nomor polisi A 7338 A, terjun bebas masuk ke jembatan, tepat di antara kaki-kaki dua jembatan tol sedalam kurang lebih 30 meter.

Akibat insiden itu, tiga orang meninggal dunia, tiga luka berat, sisanya mengalami luka ringan. Salah seorang korban meninggal tidak lain sopir bus itu sendiri bernama Suwandi, dua orang lainnya adalah penumpang bernama Muhajir dan Irwan.  Dugaan sementara, kecelakaan terjadi akibat Suwandi mengantuk. Namun belum ada keterangan resmi dari Dirlantas Polda Banten terkait hal tersebut.

Pantauan Kabar Banten, Suwandi sang sopir bus sempat hidup saat kecelakaan baru terjadi, sekitar pukul 11.30. Namun bagian dada korban terjepit setir dan kursi mobil, begitu pula kedua kaki Suwandi terhimpit bagian-bagian bus yang ringsek. Tim Rescue PT Marga Mandala Sakti (MMS) sempat fokus berupaya menyelamatkan nyawa Suwandi. Mereka bahkan membawa alat pemotong baja untuk membebaskan Suwandi dari kondisi terjepit. Namun sang sopir tak mampu bertahan, ia menghembuskan napas satu jam kemudian ketika upaya penyelamatan masih berlangsung.

Triyoko (38), salah seorang penumpang asal Lampung mengatakan, kejadian ini bermula ketika bus melaju dengan lancar di lajur kanan jalan tol. Saat itu tidak ada satu mobil pun di sekitar bus, sehingga kecepatan 120 km/jam dirasa seperti 80 km/jam. ¬†“Bus sedang jalan lurus, tidak kebut-kebutan. Tidak ada lawan (mobil) untuk diajak balapan, bagian depan dan belakang juga samping bus tidak ada mobil lain,” ujarnya. Hanya saja saat melintas di Km 86, bus tiba-tiba melenceng semakin ke kanan jalur. Bus lalu menerabas wire road (batang kawat), masuk median jalan, lalu terjun bebas ke tengah jembatan dan berakhir di dasar jembatan. “Kejadiannya sangat cepat, tiba-tiba saja bus terjun ke tengah-tengah jembatan ini,” tuturnya.

Triyoko yang saat itu duduk di kursi tengah bersama Siti Zubaedah (istri) dan Arzeta Maharani (anak), tidak mengalami luka berat. Karena itu, ia dan 8 penumpang lain berhasil mengevakuasi diri. Para penumpang sempat membantu tiga orang penumpang dengan luka berat, keluar dari bus. Hanya saja mereka tidak bisa membantu Suwandi yang saat itu dalam keadaan terjepit setir. “Sopirnya kasihan, terjepit setir bus,” ujarnya.

Sementara itu, Dirlantas Polda Banten Kombes Tri Purnomo Djatiutomo mengatakan, pihaknya mendapati fakta bahwa sopir bus sempat berupaya menghentikan laju kendaraan. Terdapat bekas rem tiga kali, pertama sepanjang 56 meter, kedua 13 meter, terakhir 23 meter. “Melihat dari rentetan rem itu, kami memprediksi kecepatan bus di kisaran 120 km/jam,” ucap Tri saat mendatangi tempat kejadian perkara. Tri mengatakan, kejadian ini menimbulkan korban jiwa. Seluruh korban dibawa ke Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM) Cilegon dan RSUD Panggungrawi, Cilegon.

“Informasi yang saya terima, tiga orang meninggal dunia, tiga orang luka berat. Kemudian 11 orang luka ringan, di mana 10 orang dirawat di RSKM dan 1 orang di RSUD. Lalu ada 5 penumpang lain yang tidak terdata, kemungkinan mereka melanjutkan perjalanan sesaat setelah kejadian berlangsung,” ucapnya.
Menurut Tri, kemungkinan besar kasus kecelakaan ini tidak akan dilanjutkan. Ini karena sopir bus meninggal dunia setelah beberapa saat kecelakaan.

“Tentu akan dilakukan proses dulu. Setelah berkas lengkap, mengundang kejaksaan dan lain sebagainya, penyelidikan akan dihentikan atau SP3. Ini karena sopir meninggal dunia,” tuturnya.
Pada bagian lain, Kepala Bagian Operasional Jasa Raharja Banten Didi Setiadi, pihaknya akan memberikan santunan untuk keluarga korban meninggal dunia senilai Rp 50 juta. “Kami akan mendata dulu, setelah itu akan memberikan santunan kepada keluarga korban meninggal,” katanya. (Sigit/Job)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here