Buruh Minta Pemprov Banten Perkuat Pengawasan, Hubungan Industrial Lemah

SERANG, (KB).- Hubungan industrial di Banten dinilai lemah, sehingga pengawasan pemerintah perlu diperkuat. Sebab, kondisi tersebut dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan praktik percaloan tenaga kerja.

Menurut Ketua DPC Serikat Pekerja Kimia Energi dan Pertambangan (SPKEP) Kabupaten Serang Argo Priyo Sujatmiko, kasus-kasus yang terjadi di bidang perselisihan hubungan industrial didominasi kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) karena selesainya kontrak dan sistem Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).

“Ini yang tidak sesuai dengan ketentuan,” ujar Argo Priyo Sujatmiko saat ditemui dalam acara peringatan hari buruh internasional atau May Day tingkat Kabupaten Serang di salah satu hotel di kawasan Wisata Anyer, Rabu (1/5/2019).

Argo mengatakan, kondisi ini kemudian dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Mereka menikmati carut marut buruknya iklim hubungan industrial dengan melakukan praktik percaloan tenaga kerja.

“Jadi sudah menjadi rahasia umum masuk industri siapkan saja Rp 5-10 juta bahkan Rp 20 juta, tapi itu harus kita lawan,” katanya.

Menurut dia, masih tingginya permasalahan tersebut karena lemahnya pengawasan yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten. Oleh karena itu, ia berharap pengawasan ini harus lebih diperkuat.

“Pengawasan ini harus kuat, karena ini jantung dari jalannya aturan. Kalau pengawasan ini gak jalan, ya percuma aturan itu dibuat sebaik manapun. Kalau pengawasan gak kuat, itu hanya sebuah hiasan diatas kertas,” tuturnya.

Namun, ia pun memastikan dalam waktu dekat akan melakukan aksi jika pengawasan masih lemah. Aksi ini dilakukan dalam rangka untuk mengingatkan kembali Pemprov Banten untuk melakukan pengawasan sesuai dengan ketentuan.

“Mungkin setelah lebaran, kami berjalan. Kemarin, kami dengan aliansi SPSB sudah sepakat. Seharusnya, memang momen May Day ini kami turun ke jalan. Tapi memang karena kepedulian kami terhadap industri pariwisata pantai yang terpuruk pascatsunami, maka untuk May Day ini kami laksanakan dengan agenda untuk membangkitkan industri pariwisata,” katanya.

Ketua DPC Serikat Pekerja Nasional (SPN) Kabupaten Serang Asep Saefullah mengatakan, pada peringatan May Day kali ini ada tiga pekerjaan rumah yang harus terus digaungkan.

Pertama pemerintah harus berani mencabut kontrak atau outsourching. Kedua penegakan hukum terhadap pelanggaran kerja di perusahaan harus jeals. “Selanjutnya perlu meminta agar jaminan pelayanan kesehatan digratiskan,” ujarnya.

Kegiatan sosial

Berdasarkan pantauan Kabar Banten, peringatan May Day atau hari buruh internasional di beberapa kabupaten/kota di Banten diisi berbagai kegiatan sosial. Di Kota Serang, May Day diperingati dengan kegiatan sosial pengobatan gratis, donor darah dan bazar murah, Alun-alun Barat Kota Serang, Rabu (1/5). Pada hari buruh itu, tidak ada aksi massa di Kota Serang.

Wali Kota Serang Syafrudin mengatakan, pihaknya menggelar kegiatan itu untuk memastikan may day berlangsung aman dan tertib. Bahkan, ke depan peringatan hari buruh akan dilaksanakan dengan kegiatan yang lebih meriah.

“Mudah-mudahan tahun depan bisa memeriahkannya lebih meriah dari sekarang ini. Kota Serang dalam keadaan aman dan tertib,” kata Wali Kota Serang Syafrudin.

Dalam pengentasan pengangguran di Kota Serang, pihaknya sudah mengubah Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Serang memiliki lahan industri. Sebelumnya, Kota Serang tidak memiliki wilayah industri. Dengan tersedianya wilayah industri, pengusaha bisa berinvestasi dengan pendirian lahan perusahaan di Kota Serang.

“Mudah-mudahan kalau tata ruangnya sudah benar bisa mendirikan perusahaan di wilayah industri dan insya Allah akan mengentaskan pengangguran,” ucapnya.

Ia menuturkan, pemerintah juga sudah menyiapkan BPJS Ketenagakerjaan untuk menjamin keberhasilan kesejahteraan buruh. Dengan BPJS itu, jaminan kecelakaan kerja hingga kematian sudah tercover.

“Semuanya kami sudah siapkan, untuk jaminan kecelakaan pada pekerjaannya, seperti kecelakaan meninggal, kecelakaan besar dan kecil sudah tercover oleh BPJS Ketenagakerjaan,” tuturnya.

Menurut Kapolres Serang Kota Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Firman Effendi, kegiatan tersebut digelar sebagai wadah kaum buruh dalam memperingati may day bukan dengan aksi unjuk rasa.

“Jadi kita kumpulkan di sini (alun-alun) agar dapat berkumpul dan banyak juga kegiatan yang dilakukan oleh Pemkot Serang, yaitu ada donor darah dan lain sebagainya,” katanya. (Tim Kabar Banten)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here