Bursa Wakil Wali Kota Cilegon, Reno dan Ati Melenggang

CILEGON, (KB).- Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon Reno Yanuar dan Ratu Ati Marliati yang kini menjabat Kepala Badan Perencana Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Cilegon dikabarkan melenggang maju pada kontestasi pemilihan calon Wakil Wali Kota Cilegon.

Seperti diketahui, kursi Wakil Wali Kota Cilegon kosong setelah ditinggalkan Edi Ariadi yang kini sebagai Wali Kota Cilegon definitif menggantikan Tubagus Iman Ariadi yang diberhentikan, karena tersangkut masalah hukum.

Untuk memproses pengisian jabatan wakil wali kota tersebut, Badan Musyawarah DPRD Kota Cilegon, menggelar rapat pembentukan pantia khusus (Pansus). Sementara, DPRD telah menerima usulan kandidat Wakil Wali Kota Cilegon. Di mana Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Cilegon dan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Kota Cilegon menyerahkan berkas calon masing-masing partai, Jumat (8/3/2019).

Diketahui, DPC PDIP Kota Cilegon menyerahkan nama Reno Yanuar kepada Ketua DPRD Kota Cilegon Fakih Usman Umar, di sela-sela rapat Badan Musyawarah (Bamus) yang diikuti unsur pimpinan dan fraksi di Lingkungan DPRD Kota Cilegon, Jumat (8/3/2019). Sementara, DPD Partai Golkar Kota Cilegon menyerahkan nama Ratu Ati Marliati ke Fakih, Jumat (8/3/2019) sore.

Ketua DPC PDIP Kota Cilegon Reno Yanuar menuturkan, telah resmi menyerahkan namanya kepada DPRD Kota Cilegon. Hal tersebut bukti keseriusannya untuk mendapatkan kursi Wakil Wali Kota Cilegon. “Ini adalah amanat dari masyarakat, mereka menginginkan saya mendapatkan jabatan ini demi perubahan di Kota Cilegon,” katanya.

Ia mengatakan, akan mempersiapkan kemunduran diri saat proses pemilihan wakil wali kota masuk pada tahap pendaftaran bakal calon wakil wali kota. Ia siap menerima konsekuensi Pergantian Antar Waktu (PAW) untuk mendapatkan jabatan tersebut. “Jika Panlih (Panitia Pemilihan) telah terbentuk, pendaftaran dilakukan, maka saya akan mengundurkan diri,” ujarnya.

Ia mengatakan, tidak gentar dengan jumlah anggota Fraksi Golkar yang jauh lebih banyak dari fraksinya. Sebab, ucap dia, anggota fraksi lain memiliki komitmen sama, yakni mendambakan perubahan. “Meskipun jumlah kursi Golkar lebih banyak, saya yakin bisa terpilih. Sebab, semua anggota fraksi lain menginginkan perubahan,” tuturnya.

Sementara itu, DPD Partai Golkar Kota Cilegon menyerahkan berkas Ratu Ati Marliati, di Ruang Ketua DPRD Kota Cilegon Fakih Usman Umar, sekitar pukul 13.30 WIB. Tampak hadir dalam penyerahan berkas, Ketua Fraksi Partai Golkar Endang Effendi, Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Cilegon Sutisna Abbas, dan Wakil Ketua DPD Partai Golkar Kota Cilegon Muhammad Nasir.

Ketua Fraksi Partai Golkar Endang Effendi seusai menyerahkan berkas menuturkan, akan segera melakukan upaya komunikasi intensif, pascapemberian berkas. “Kami akan semakin bergerak untuk melakukan komunikasi dengan fraksi lain. Apalagi sekarang sudah mengusulkan nama calon kami,” katanya.

Menurut dia, Reno Yanuar saat ini menjadi saingan terkuat Ati. Mengingat Reno saat ini menjadi satu-satunya saingan Ati. “Sudah barang tentulah, karena sejauh ini baru dua nama,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Kota Cilegon Syihabudi Syibli menuturkan, akan menyerahkan usulan kandidat wakil wali kota dari partainya, pekan depan. “Dari PPP akan diusulkan pekan depan, calonnya itu adalah saya sendiri,” ucapnya.

Pada bagian lain, Sekretaris DPRD Kota Cilegon Didi Sukriadi mengatakan, pemilihan wakil wali kota sedang masuk pada tahap pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Pemilihan Wakil Wali Kota Cilegon. Pembentukan pansus tersebut, diagendakan tiga hari sejak Jumat (8/3/2019). “Sekarang ini sedang masuk tahapan pembentukan pansus. Kami siapkan waktu selama tiga hari untuk menetapkan anggota pansus ini,” tuturnya.

Anggota pansus tersebut, kata dia, akan berjumlah 15 orang. Hal tersebut berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12 Tahun 2018 tentang Pedoman Penyusunan Tata Tertib DPRD. Sementara, untuk porsi per fraksi berapa jumlahnya, bergantung “urung rembuk”. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here