Bursa Pilkada Kota Serang: Duet Vera-Lalu Mencuat

SERANG, (KB) .- Meski pelaksanaan Pilkada Kota Serang masih tahun depan, namun sejumlah nama yang digadang-gadang akan menjadi kandidat bakal calon di pesta demokrasi warga Kota Serang tersebut telah bermunculan. Nama Vera Nurlaila Jaman yang merupakan istri Tubagus Haerul Jaman misalnya, digadang-gadang akan dipasangkan dengan mantan Sekretaris Daerah Kabupaten Serang Lalu Antarussalam Rais. Nama Vera sudah lama masuk bursa bakal calon Wali Kota Serang pada Pilkada 2018, meskipun Partai Golkar yang dinaungi suaminya belum menentukan siapa yang akan diusung pada Pilkada Kota Serang. Kini ramai diperbincangkan, Vera akan menggandeng Lalu yang sudah mendaftar di penjaringan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Serang 2018 di PDIP Kota Serang.

Menanggapi kabar tersebut, Ketua DPD Golkar Kota Serang Ratu Ria Maryana mengatakan, tidak masalah dengan adanya kabar tersebut. Bahkan menurutnya, kakak iparnya itu bukan hanya dipasangkan dengan satu orang. “Biarkan saja itu, malah banyak, bukan dipasangkan dengan itu saja (Lalu). Tapi yang jelas, Golkar belum menentukan siapa calon yang akan diusung, baik untuk nomor satu (calon wali kota) maupun nomor dua (wakil wali kota). Golkar belum memutuskan itu,” katanya saat dihubungi Kabar Banten melalui telefon selularnya, Jumat (19/5/2017).

Untuk menentukan siapa calon yang akan diusung Golkar di Pilkada Kota Serang 2018, kata Ria, hal tersebut akan ditentukan di Rapimda Golkar Kota Serang. “Nanti ada rapimda, di situ nanti ada pleno, baru keputusannya siapa yang diusung disampaikan di situ. Jadi siapa digandeng siapa, kalau dari Golkar sekarang belum ada. Rapimdanya direncanakan digelar setelah Ramadan,” ujarnya.

Selain itu, menurut Ria, masih terlalu dini untuk menentukan siapa yang akan diusung Golkar karena pilkada masih tahun depan. “Masih jauh juga kan pelaksanaannya. Untuk menentukan itu kan banyak pertimbangannya, jadi kami belum ada siapa yang akan diusung,” ucapnya. Terkait penjaringan bakal calon wali kota dan wakil wali kota, kata Ria, pihaknya belum mengetahui apakah akan membuka pendaftaran penjaringan atau tidak. “Ada pendaftaran atau tidak lihat nanti, karena semua dirumuskannya di Rapimda itu. Tapi insya Allah dari Golkar A satunya (wali kota),” kata Ria. Ia juga mengatakan, belum ada kandidat bakal calon yang secara langsung berkomunikasi kepada dirinya. “Kalau yang komunikasi secara langsung ke saya belum ada, tapi ke teman-teman kader lainnya ada. Itu juga hanya sebatas obrolan, belum resmi,” tuturnya.

Sementara, terkait adanya salah satu kader Golkar yang ikut mendaftar dalam penjaringan bakal calon wali kota dan wakil wali kota di sejumlah partai lain yang membuka pendaftaran, menurut Ria, hal tersebut merupakan hak masing-masing orang. Selain itu, calon yang ikut mendaftar di penjaringan juga belum berkomunikasi dengan DPD Golkar Kota Serang. “Ke Golkar belum ada komunikasi mau seperti apa. Tapi itu hak masing-masing. Intinya kalau dari partai masih menunggu Rapimda,” katanya.

Wali Kota Serang Haerul Jaman mengatakan, nama-nama yang akan mendampingi Vera masih belum final. “Belum, belum final. Semuanya bisa berubah, melihat kondisi nanti, masih jauh bicara mengenai pilkada tersebut. Namun saat ini kami masih membangun komunikasi dengan semua partai,” ujar Jaman di sela-sela menghadiri kegiatan Nusantara Mengaji dan Khataman Alquran yang digagas Partai Kebangkitan Bangsa dan dirangkaikan dengan peringatan Isra Mikraj di Pendopo Bupati Serang, Jumat (19/5/2017). Menurutnya, walaupun positif maju pada Pilkada Kota Serang, terkait dengan pasangan, siapapun tidak menjadi masalah, asalkan benar-benar siap dan memahami Kota Serang. “Bagi kami siapapun pasangannya yang penting dapat bekerja sama dan harus memahami berbagai permasalahan di Kota Serang. Tentunya sebagai penerus saya untuk bisa menjadikan Kota Serang yang lebih baik lagi,” ujarnya.

Sementara itu Ketua DPD Golkar Provinsi Banten Ratu Tatu Chasanah menyatakan, Partai Golkar sudah mempunyai mekanisme tersendiri terkait Pilkada. “Ada mekanisme tersendiri di Partai Golkar, dan kader Golkar silakan untuk sosialisasi serta menjalin komunikasi dengan partai lain.Perlu diketahui, di Golkar ada tahapan pleno,” tuturnya. Tatu menjelaskan, mekanisme di Golkar yakni DPP Golkar meminta usulan nama-nama dari tingkat bawah kemudian diikutsertakan di tingkat desa, kecamatan, kemudian diplenokan ke provinsi dan diteruskan ke DPP. DPP mengambil sikap supaya menjaga jangan sampai terjadi perpecahan di internal Golkar. “Saat ini sudah mulai pleno di DPD II Golkar, nanti naik ke DPD I dan diteruskan ke DPP. Syukur alhamdulillah banyak kader Golkar yang maju dalam bursa Pilkada, karena kami melihat mereka mumpuni, mampu dan mempunyai potensi dan kami prioritaskan untuk kader internal,” ucapnya. (H-40/45)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here