Bupati Tangerang Minta Korban Sodomi Didampingi

TANGERANG, (KB).- Bupati Tangerang, Ahmed Zaki Iskandar memerintahkan instansi terkait di lingkup pemerintah setempat untuk mendampingi sebanyak 41 korban sodomi terhadap anak oleh WS atau Babeh (49) di Kecamatan Rajeg dan Gunung Kaler. “Ini merupakan tugas berat dan keluarga korban juga harus mendapatkan perhatian serius, termasuk mendatangkan psikolog,” katanya di Tangerang, Selasa (9/1/2018).

Ia mengatakan, petugas Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pemkab Tangerang harus mendampingi hingga tuntas termasuk di pengadilan. Masalah itu sehubungan Polresta Tangerang mempertimbangkan untuk menjerat hukuman kebiri kimia terhadap WS, pelaku sodomi kepada 41 anak di Desa Sukamanah, Kecamatan Rajeg.

Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Sabilul Alif menuturkan, sudah berkoordinasi dengan jaksa untuk menerapkan hukuman yang berat, karena telah banyak korban. Penerapan hukuman berupa Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2016 dengan tindakan kebiri kimia atau pemasangan alat deteksi kepada pelaku. Selain menjerat kebiri kimia kepada pelaku, petugas juga menerapkan Pasal 82 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Pelaku melakukan aksi di sebuah pondok di belakang kebun sejak Oktober 2017 dengan alasan untuk menerapkan ilmu kebal kepada anak. Namun, korban yang telah mengalami kekerasan seksual tersebut berusia 10 hingga 17 tahun dan laporan awal jumlahnya mencapai 25 anak. Belakangan jumlah tersebut bertambah menjadi 41 anak, karena petugas Polsek Rajeg dan Polresta Tangerang membuka posko pengaduan korban tindakan WS. Ia mengecam tindakan tersebut, karena dianggap telah merusak masa depan anak, maka pihaknya setuju diberlakukan hukuman berat. (DA)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here