Bupati Serang Setuju Penerapan Sanksi Pelanggar Perda KTR

Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah setuju pemberlakukan sanksi bagi pelanggar peraturan daerah tentang kawasan tanpa rokok (KTR). Hal tersebut, agar keberadaan perda tersebut, bisa dipatuhi oleh semua pihak. “Perda KTR ini sebetulnya harus ditegakkan, makanya berani buat perda konsekuensinya harus diterapkan,” kata Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah kepada Kabar Banten, Kamis (20/12/2018).

Ia mengatakan, kenyataanya selama ini perda KTR tersebut, masih berat untuk ditetapkan di Kabupaten Serang. Padahal, pihak pemerintah dan dewan sudah sepakat untuk membuat perda tersebut. “Perda dibentuk harus konsekuen,” ujarnya.

Minimal, tutur dia, perda tersebut, bisa dipatuhi di lingkungan dewan dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang. “Jangan kami yang buat kami melanggar,” ucapnya. Jika sepakat tidak mau memakai perda dan tidak mau menggunakan konsekuensinya, maka harus dihapuskan. Jangan sampai buat sendiri dan dilanggar sendiri. “Yang buat mereka sendiri terus dilanggar malu sama masyarakat,” katanya.

Disinggung tentang adanya sanksi tindak pidana ringan (tipiring) terkait perda tersebut, dia sepakat. Menurut dia, selama ada perda, maka sudah seharusnya ada sanksi. “Berarti kan pelanggaran. Kata saya juga kalau enggak dipakai dihapus, kalau ada dan dilanggar itu ada sanksi dan itu konsekuensi,” ujarnya.

Ia membantah, jika keberadaan perda mubajir. Namun, dalam hal tersebut, dia bingung dan mempertanyakan di mana konsekuensi antara pemkab dan dewan yang secara bersama-sama sepakat telah membuat perda tersebut. “Kan perda itu yang buat mereka bukan masyarakat. Nanti masyarakat bingung,” ucapnya.

Agar perda tersebut berjalan, pihaknya meminta Satpol PP untuk melakukan pengawasan. “Penegakan perda Satpol PP tugasnya,” tuturnya. Sekadar informasi, demi berjalannya perda tersebut, Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP Kabupaten Serang akan mempidanakan pelanggar perda kawasan tanpa rokok (KTR). Hal tersebut dilakukan sebagai upaya memberikan efek jera bagi para pelanggar. (Dindin Hasanudin)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here