Bupati Serang: Pengurus Koperasi Jangan Gagap Teknologi

Ratu Tatu Chasanah.*

SERANG, (KB).- Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah meminta, agar pengurus koperasi di Kabupaten Serang tidak gagap teknologi (gaptek). Oleh karena itu, koperasi diminta harus melibatkan unsur generasi muda.

“Sekarang ini semua sudah serba pakai teknologi, koperasi di dalamnya harus ikut serta, kalau tidak ketinggalan,” katanya saat menghadiri acara peringatan HUT ke-72 Koperasi tingkat Kabupaten Serang di Lapangan Taman Ciruas Permai, Desa Pelawad, Kecamatan Ciruas, Selasa (13/8/2019).

Ia mengatakan, dalam hal pemasaran, saat ini sudah dilakukan dengan sistem online. Oleh karena itu, koperasi harus ikut serta menggunakan sistem online tersebut.

“Makanya, diberi pelatihan oleh kadis, diberi sarana prasarana, supaya mereka juga bisa tampilkan produk di online. Jadi, alasan tadi pemasaran sulit enggak ada yang sulit sekarang, apapun jualan barang bisa dipasarkan,” ujarnya.

Untuk saat ini, ucap dia, sebagian produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Kabupaten Serang sudah mulai dipasarkan secara online. Bahkan, untuk penjualan UMKM sudah bekerja sama dengan salah satu pusat perbelanjaan dalam jaringan (daring).

“Terus produk kami juga sudah ada yang ekspor misalnya emping, kami berharap, produk lainnya bisa jadi eksportir seperti emping,” tuturnya.

Ia meminta, agar koperasi ke depan tidak hanya digeluti oleh generasi tua, tetapi juga generasi muda.

“Jadi, saya sampaikan bagaimana caranya anak muda harus mau bergelut di dunia koperasi. Kalau tidak ada estafet, nanti hilang dengan sendiri, yang tidak gagap teknologi itu anak muda. Jadi, kalau anak muda sudah bisa ditarik ke koperasi otomatis era digital ini kami bisa ikut serta. Kalau misal di dalamnya sepuh ketinggalan jadi punah nanti,” katanya.

Menurut dia, masih minimnya generasi muda yang bergelut di koperasi, karena keberadaan koperasi belum menjanjikan.

“Kalau usaha itu sudah menjanjikan secara profit, maka akan ketarik, nah ini yang kami terus buat produk UMKM dibentuk koperasi dan menciptakan produk yang menjanjikan secara profit, aupaya anak muda masuk ke sana,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Serang Abdul Wahid menuturkan, saat ini masih ada koperasi yang masih terbelenggu dengan sistemnya sendiri, sehingga tidak berkembang pesat.

“Jadi, ada koperasi simpan pinjam dan koperasi yang serba usaha, kalau mereka menggabung dua koperasi simpan pinjam dan serba usaha bisa lebih maju,” ucapnya.

Ia mengatakan, koperasi harus bersinergi dengan UMKM. Sebab, dalam koperasi ada pelaku UMKM.

“Karena, koperasi bisa membawa ratusan UMKM, kalau satu koperasi bisa menghimpun 100 UMKM, maka permodalan mereka akan besar, mereka tidak perlu lagi ke bank, karena dari simpanan wajib, pokok, sukarela akan berputar. Itu harus digalakkan kepada mereka, untuk itu yang namanya koperasi harus benar-benar terbuka, makanya syarat wajib koperasi rapat anggota tahunan,” tuturnya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here