Bupati Serang Minta Perusahaan di Serang Timur Ganti Dana Pembangunan Interchange

SERANG, (KB).- Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah menyayangkan masih banyaknya perusahaan di Serang Timur yang belum memenuhi kewajibannya membayar dana sharing pembangunan interchange.

Untuk itu, Bupati Serang meminta perusahaan segera membayar, karena dana yang digunakan untuk menalangi pembangunan tersebut merupakan dana untuk kepentingan masyarakat.

Diketahui, jalan simpang susun atau interchange yang berlokasi di Desa Julang, Kecamatan Cikande tersebut sudah beroperasi sejak Mei 2018. Interchange Cikande dibangun melalui dana sharing perusahaan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang dan Provinsi Banten.

Namun dalam perjalanannya, masih banyak perusahaan yang belum membayar kewajibannya. Sehingga, Pemkab Serang harus menalangi uang dari perusahaan tersebut, untuk menyelesaikan proses pembangunan.

“Sangat menyangkan, karena dana yang dipakai ini untuk masyarakat. Kami masih punya PR banyak, soal pendidikan, kesehatan, soal kemiskinan, rumah tidak layak huni masih banyak sekali,” katanya kepada Kabar Banten saat ditemui di Kecamatan Cikande, Senin (25/3/2019).

Oleh karena itu, dia meminta seluruh industri yang memang sudah masuk list wajib sharing dana interchange diharapkan segera membayar. Pihaknya esulitan untuk mengejar dana tersebut. “Kalau utang mungkin lupa, masih besar (dari Rp 62 miliar baru terkumpul Rp 9 miliar) kan kebayang uang segitu,” ucapnya.

Upayakan Penagihan

Sementara, Camat Kibin Imron Ruhyadi mendorong semua perusahaan di wilayahnya yang berkewajiban membayar dana sharing interchange, agar segera melunasinya. Hal tersebut dikarenakan ketetapan dana sharing tersebut, sudah sesuai kesekapatan bersama melalui Himpunan Pengusaha Wilayah Serang Timur (Hipwis).

Ia menuturkan, selama ini pihaknya sudah mengimbau perusahaan untuk membayar dana sharing interchange. Apalagi kecamatan di wilayah Serang Timur masuk dalam tim yang dibentuk oleh Pemkab Serang dalam melakukan penagihan. Hanya saja belum banyak yang bayar.

“Imbauan sudah kami lakukan, sambil pendekatan-pendekatan juga kami lakukan, artinya jangan sampai nanti kewajiban ini tidak dapat diselesaikan oleh perusahaan,” tuturnya.

Disinggung masih banyaknya perusahaan yang belum membayar dana sharing interchange, menurut dia, semua itu lebih dikarenakan cash flow perusahaan tersebut. Namun demikian, ketika ditemui masih ada perusahan yang berniat untuk menyelesaikan.

“Mudah-mudahan secepatnya bisa diselesaikan, kami akan bantu mengingatkan, kami targetkan selesai semua,” katanya.

Apalagi, ujar dia, dana sharing interchange tersebut, sudah sesuai dengan kesepakatan bersama yang dibangun melalui Hipwis. Oleh karena itu, dia meyakini, dari perusahaan tidak ada yang keberatan dalam membayar dana tersebut.

“Cost sharing itu kan sudah ada bagian masing-masing, pemda sudah menyelesaikan kewajiban tinggal teman-teman pelaku usaha menyelesaikan itu,” ucapnya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here