Jumat, 14 Desember 2018

Bupati Pandeglang Tekan ASN Netral pada Pemilu 2019

PANDEGLANG, (KB).- Komisi Pemilihan Umum (KPU) mulai menggelar deklarasi kampanye damai yang dihadiri partai peserta pemilu 2019 dan bakal calon anggota legislatif di Alun-alun Kota Badak, Kabupaten Pandeglang, Ahad (16/9/2018).

Sementara itu, Bupati Pandeglang, Hj. Irna Narulita yang membuka deklarasi kampanye damai tersebut menekankan para aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Pandeglang wajib menjunjung tinggi sikap independensi atau netralitas.

Tidak saja secara lisan, istrinya anggota DPR RI Achmad Dimyati Natakusumah ini telah membuat surat edaran independensi kepada para ASN.

“Jangan sampai pesta demokrasi ini tercederai. Kami atas nama pemerintah harus mampu menjaga independensi supaya pesta demokrasi pileg dan pilpres ini berjalan bersih, aman dan damai,” kata Bupati Pandeglang Irna Narulita saat menghadiri deklarasi kampanye damai di Alun-alun Pandeglang.

Ia meyakini jika semua tahapan dapat dilaksanakan dengan baik dan meminimalisasi segala bentuk kerawanan dan kecurangan pemilu. Untuk itu, Irna meminta para pemangku kebijakan agar melaksanakan tugas dan tanggung jawab masing-masing.

“Kita, semua unsur pemerintah, KPU, TNI, Polri dan masyarakat punya tanggung jawab bersama menyukseskan pemilu. Kami akan melakukan pembinaan dan pengawasan secara melekat mulai tingkat kecamatan hingga desa untuk membantu tugas KPU,” tuturnya.

Menyinggung masih adanya persoalan, khususnya masyarakat yang belum perekaman KTP elektronik, Irna berjanji akan menyisir data tersebut ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, kecamatan dan desa. “Kita data lagi agar Desember sudah selesai, sehingga tidak terjadi kesalahan dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT),” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pandeglang, Ahmad Suja’i mengatakan, dengan digelarnya deklarasi kampanye damai dapat mewujudkan pemilu yang aman, damai dan sejuk. Menurut dia, dalam tahapan kampanye yang sangat panjang tidak menutup kemungkinan segala bentuk apapun bisa saja terjadi.

“Tahapan kampanye kurang lebih selama 203 hari. Ini bagaikan kendaraan semakin lama berjalan semakin panas. Namun demikian, jangan sampai terjadi overheat. Nah ini peran kita semua termasuk peserta pemilu harus memahami semua aturan berlaku,” ujarnya.

Menurut Suja’i, pemilu tahun 2019 ini merupakan yang ke 5 di era reformasi. Apalagi, pemilu sekarang yang paling awal digelar pemilihan serentak pileg dan pilpres. (IF)*


Sekilas Info

Tolak Kekerasan Perempuan dan Anak

PANDEGLANG, (KB).- Puluhan mahasiswa perempuan Cipayung (Kohati, Korpri, Sarinah dan Immawati) berunjuk rasa di depan Gedung …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *