Bupati Lebak Fokus Bangun Sektor Pariwisata

BUPATI Lebak Iti Octavia Jayabaya optimistis sektor pariwisata mampu menumbuhkan ekonomi masyarakat. Karenannya, dalam lima tahun ke depan pemerintah daerah akan fokus membangun sektor pariwisata.

“Keunggulan potensi pariwisata itu, karena memiliki nilai jual dan bisa mendatangkan wisatawan domestik maupun mancanegara,” kata Iti Octavia Jayabaya, Jumat (30/8/2019).

Ia menjelaskan, pemerintah daerah lima tahun ke depan memfokuskan pengembangan sektor pariwisata untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Selain itu juga dapat meminimalisasi kemiskinan dan pengangguran.

Dengan demikian, visi dan misi Bupati Lebak 2019-2024 pembangunan Kabupaten Lebak sebagai destinasi wisata unggulan nasional berbasis potensi lokal. “Kami yakin destinasi wisata itu mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Ia mengatakan, potensi pariwisata Kabupaten Lebak terbanyak di Provinsi Banten dan setiap akhir pekan bisa mendatangkan wisatawan dari Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi (Jabotabek). Apalagi, saat ini kereta api commuterline sudah beroperasi dari Stasiun Tanah Abang ke Stasiun Rangkasbitung dengan waktu perjalanan selama dua jam.

Potensi pariwisata Kabupaten Lebak memiliki 26 objek wisata mulai wisata alam, seperti pemandian air panas, air terjun, arung jeram, pegunungan kaki kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), goa dan hutan meranti Kaolotan Karang.

Selain itu juga wisata pesisir pantai selatan, di antaranya Pantai Sawarna, Pantai Bagedur, Pantai Cibobos, Pantai Binuangeun, Pantai Suka Hujan, Pantai Cihara dan Pulau Manuk. Begitu juga wisata budaya masyarakat Badui juga budaya Kaolotan Banten Kidul.

Namun, dari 26 wisata itu, kata dia, terpopuler baru lima wisata antara lain Pantai Karang Taraje di Desa Sawarna Kecamatan Bayah, karena terdapat goa, pantai dengan pasir putih dan tempat berselancar.

Kemudian wisata budaya masyarakat Baduy di Desa Kanekes Kecamatan Leuwidamar. Pengunjung bisa melihat keseharian warga Baduy yang amat bergantung pada alam. Wisata Kebun Teh Cikuya Kecamatan Cibeber karena lokasinya di perbukitan teh dengan luas 80 hektare.

Produksi Kebun Teh Cikuya di ekspor ke berbagai negara di Benua Eropa, karena kualitasnya sangat baik. Wisatawan bisa melihat proses panen teh, hingga produksinya di pabrik teh tersebut.

Wisata Pemandian Cipanas di Kecamatan Cipanas yang dianggap pemandian air panas bisa mengobati berbagai penyakit, tambahnya, kebanyakan wisatawan itu ingin memulihkan pegal-pegal maupun menghilangkan gatal-gatal.

Kemudian wisata Kota Rangkasbitung untuk menikmati indahnya Balong Rancalintah dan Alun-alun Multatuli. “Kami mendorong sektor pariwisata dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat juga menyumbangkan pendapatan asli daerah (PAD),” ucapnya.

Ia mengatakan, pengembangan wisata juga dipastikan produk unggulan daerah dapat menjadikan andalan pendapatan ekonomi masyarakat. Dimana produk unggulan itu di antaranya gula semut, aneka makanan pisang, anyaman bambu dan souvenir serta pengolalan ikan.

Selama ini, pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) berkembang dan dipastikan wisatawan itu jika kembali ke daerah asalnya. Mereka bisa membawa makanan oleh-oleh khas unggulan Lebak. “Kami berharap Lebak ke depannya bisa semakin maju,” katanya. (Nana Djumhana)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here