Bupati Lebak Diminta Tegas Tutup Galian Tanah

LEBAK, (KB).- Pihak DPRD Lebak mendesak agar Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya bertindak tegas menutup aktivitas galian tanah merah di wilayah setempat. Orang nomor satu di Lebak itu, diharapkan tak hanya berani memarahi sopir truk pengangkut saja.

Anggota DPRD Kabupaten Lebak Fraksi PPP Musa Weliansyah mengatakan, Bupati Iti Octavia Jayabaya harus berani tegas menutup aktivitas galian tanah merah. Bupati jangan hanya sebatas berani memarahi sopir truk pengangkut dan pengelola galian tanah.

“Kesannya hanya sebatas cari sensasi, marah sama sopir aja. Harus tegas dong menutup perusahaannya,” katanya.

Musa yang menjabat sebagai Sekretaris Komisi IV DPRD Lebak itu mengatakan, pemerintah, baik Pemkab Lebak maupun Pemprov Banten harus mengambil langkah tegas. Sebab, selain ruas jalan kabupaten yang dilalui oleh truk pengangkut, akses pengiriman tanah juga melalui ruas jalan provinsi yakni Maja-Koleang.

”Bupati dan gubernur tidak boleh diam. Karena banyak aturan yang dilanggar oleh aktivitas itu. Ada jutaan kubikasi tanah yang berpotensi digunakan untuk keperluan pembangunan di Jakarta dan Tangerang, jangan sampai justru merusak alam,” tutur Musa.

Kemudian terkait dengan lalu lalang truk, Musa mengatakan, ada peran Dinas Perhubungan bagaimana dengan amdal lalinnya.

”Jadi enggak cukup dengan marah-marah. Harus ada tindakan tegas karena aktivitas galian wajib memenuhi Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup,” ucapnya.

Pihaknya juga menduga ada lokasi galian yang merupakan tanah negara yang hak guna usaha (HGU) nya telah habis, Musa menilai, galian tanah tersebut melanggar Pasar 158 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Minerba dengan ancaman pidana di atas lima tahun.

”Polisi harus turun tangan menyelidiki. Jangan-jangan BBM yang digunakan untuk alat berat memakai BBM bersubsidi,” katanya.

Baca Juga : Viral, Video Bupati Lebak Marahi Sopir Dump Truk

Sebelumnya diberitakan, video Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya marah-marah kembali viral di media sosial (medos). Dalam video yang tersebar, tampak orang nomor satu di Lebak itu memarahi sopir dump truk bermuatan tanah.

Informasi yang diperoleh, kejadian itu terjadi pada Selasa (18/2/2020), berlokasi di Kampung Pasirbuah, Desa Lebakasih, Kecamatan Curugbitung. Tampak dalam video, mantan anggota DPR RI ini marah-marah karena geram dengan hilir mudik dum truk yang dianggapnya membuat jembatan, jalan rusak dan becek.

Bahkan, dalam video berdurasi kurang lebih 13 detik itu, bupati terlihat menaiki pintu mobil dump truk meminta agar sopir turun dari dalam mobilnya. (PG)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here