Senin, 22 Oktober 2018

Buntut Perusakan Polsek Bayah, 3 Oknum Anggota LSM Dijerat Pasal Berlapis

SERANG, (KB).- Tiga orang tersangka kasus penculikan dan pemerasan terhadap pengusaha benur asal Bayah, Kabupaten Lebak, dijerat pasal berlapis. Mereka adalah Hendra, Toha dan Sudin.
Ketiga oknum lembaga swadaya masyarakat (LSM) Lembaga Aliansi Indonesia itu. Akibat perbuatannya, ketiga tersangka dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dan Pasal 368 KUHP tentang pemerasan dan Pasal 328 KUHP tentang penculikan.

Kapolda Banten Brigjen Pol. Listyo Sigit Prabowo mengatakan, ketiga tersangka bersama dua pelaku lainnya yang masih buron sudah menyusun rencana. Mulai dari korban, pembagian tugas menyediakan kendaraan hingga menyiapkan dua pucuk air softgun revolver di rumah tersangka Hendra.

Keesokan harinya, para tersangka mendatangi lokasi penjualan benur atau bibit lobster milik Haji Anwar. Seorang tersangka berpura-pura membeli benur kepada korban. Baru saja transaksi terjadi, dua orang kawanan turun dari mobil dan menodongkan senjata air softgun kepada korban dan langsung menggiring korban ke dalam mobil.

“Tersangka mengaku sebagai anggota Polri dengan menunjukkan KTA (Kartu Tanda Anggota). Karena takut, korban percaya saja,” ujar Kapolda saat ekspos kasus di Mapolda Banten, Rabu (16/5/2018).

Saat berada di dalam mobil, para tersangka memeras korban dengan alasan bisnis benar tersebut melanggar hukum. Para tersangka kemudian memaksa korban untuk menyerahkan uang, dengan mengancam akan menembaknya.

“Uang sebesar Rp 23,5 juta milik korban dan 6.000 benur dirampas oleh tersangka. Setelah membawa korban keliling lokasi kejadian, korban akhirnya diturunkan di tempat sepi,” kata Kapolda didampingi Direktur Reskrimum Polda Banten Kombes Pol. Ony dan Kapolres Lebak AKBP Dani Arianto.

Ia menuturkan, saat korban dibawa oleh para tersangka sempat disaksikan oleh seorang warga sekitar. Warga tersebut berusaha menghalangi upaya tersangka membawa korban hingga membuatnya ditabrak mobil. “Ini yang menyebabkan kemarahan warga lain dan terjadi ketegangan hingga kemudian terjadilah perusakan Mapolsek Bayah dan pembakaran kendaraan dinas,” tutur Kapolda.

Pascakejadian tersebut, petugas langsung melakukan proses pencarian terhadap para tersangka yang mengaku sebagai anggota Polri tersebut. Pada Ahad (13/5/2018) sekitar pukul 02.00, pencarian terhadap tersangka membuahkan hasil. Tersangka Hendra ditangkap di kediamannya Kampung Cepunaga, RT 03 RW 04, Desa Cihara, Lebak, Banten.

Sedangkan tersangka Toha ditangkap di Saketi, Pandeglang, Banten. Saat penangkapan terhadap Toha, petugas terpaksa melumpuhkannya dengan menembak paha kanannya karena berusaha melarikan diri. “Tersangka Sudin kita amankan di Wanasalam di tengah sawah pukul 5 pagi (Senin, 14/5/2018),” kata Kapolda. (FI)*


Sekilas Info

Melalui Baznas Banten, Wali Murid Alumni TK Tirtayasa Bantu Korban Bencana di Sulawesi Tengah

SERANG, (KB).- Wali Murid Alumni TK Tirtayasa Kota Serang memberikan bantuan untuk korban bencana di Sulawesi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *