Rabu, 20 Februari 2019
Breaking News
Badan Usaha Milik Desa luncurkan objek wisata Curug Nyi Jompong, di Desa Cibaliung, Kecamatan Cibaliung, Pandeglang, Ahad (4/3/2018).*

BUMDes Cibaliung Kelola Curug Nyi Jompong

Aparatur Desa Cibaliung bersama anggota Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Kecamatan Cibaliung terus kerja keras berinovasi untuk mengelola potensi pariwisata. Salah satunya, mengembangkan dan menata Curug Nyi Jompong yang merupakan situs sejarah zaman peninggalan Belanda.

Objek wisata curug tersebut tidak saja memiliki keindahan, namun alamnya masih murni dan menyimpan pengetahuan sejarah. Karena, curug tersebut diberi nama Nyi. Jompong karena berasal dari anak desa yang cantik yakni Ny. Jompong. Kepala Desa Cibaliung, Hujaemi mengatakan, objek wisata tersebut cukup terkenal dan setiap hari selalu disinggahi wisatawan lokal. Bahkan jika akhir pekan, banyak pecinta wisata alam dari luar Pandeglang berdatangan ke lokasi.

Menurut Kades Hujaemi, saat ini kehadiran BUMDes di bawah kepemimpinan Endin Mohamad Nurdin cukup maju. Badan usaha ini sudah memiliki koperasi simpan pinjam, termasuk memfasilitasi masyarakat untuk membayar listrik, setoran kredit motor dan lainnya. “Sekarang BUMDes ini sedang mengembangkan Curug Nyi Jompong dengan suntikan anggaran dari dana desa atau DD sebesar Rp 40 juta,” ujar Hujaemi kepada Kabar Banten, Ahad (4/3/2018).

BUMDes yang dikelola dengan manajemen baik mampu untuk menata objek wisata curug. Karena dalam manajemen itu ada tim analisis, tim administrasi. Sehingga secara bertahap Curug Nyi Jompong yang sedang dikelola akan maju. “Kami sudah launching pengembangan dan penataan objek wisata Nyi. Jompong. Upaya promosi sedang dilakukan melalui media daring atau dalam jaringan,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur BUMDes Desa Cibaliung, Endin Mohamad Nurdin mengatakan, saat ini sedang bekerja keras mengembangkan badan usaha desa untuk kemakmuran masyarakat. BUMDes yang dikelolanya kini menjadi tumpuan masyarakat. Sebab, kehadiran badan usaha desa mampu memberikan simpan pinjam untuk pengembangan usaha masyarakat.

Sehingga masyarakat yang punya keahlian bisa mewujudkan usahanya dengan suntikan modal dari BUMDes. “Sekarang kita sedang genjot sektor pariwisata desa. Kami punya objek wisata terindah, yakni Curug Nyi Jompong. Di curug ini banyak benda zaman megalitikum atau zaman batu. Di lokasi juga terdapat batu mirip tapal kuda bekas serdadu Belanda,” ucapnya.

Ia mengatakan, sejarah mencatat bahwa jejak tapal kuda dan sepatu serdadu Belanda ada di curug tersebut. Karena saat itu para serdadu Belanda sedang mengejar wanita desa bernama Nyi Jompong. “Ya, curug ini mengandung sejarah. Kami tertarik untuk mengembangkan objek wisata ini. Apalagi jaraknya dekat dengan pusat kKcamatan Cibaliung. Kami optimistis, curug ini akan menjadi andalan wisata di Cibaliung,” tuturnya.

Objek wisata tersebut merupakan potensi pendapatan desa. Karenanya, BUMDes bersama aparatur desa akan menata destinasi wisata tersebut. “Objek wisata ini mampu menghasilkan pemasukan untuk pendapatan desa sebesar 35 persen. Wisata ini dikelola oleh kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Pesona Sinar Nyi. Jompong,” ujarnya. (TB. A. Turmahdi)***


Sekilas Info

Kasus Tunda, Kejari Pandeglang Telusuri Keterlibatan Anak Mantan Bupati

Kejaksaan Negeri (Kejari) Pandeglang mendalami kasus tunjangan daerah (tunda) guru pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *