Bulog Pastikan Stok Beras Aman

Pekerja mengangkut beras untuk didistribusikan di gudang milik Bulog Sub Drive Serang-Cilegon, tepatnya di Jalan Raya Serang-Cilegon, Drangong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, Jumat (6/4/2018).*

SERANG, (KB).- Badan Urusan Logistik (Bulog) Subdivre Serang memastikan persediaan beras untuk Ramadan 2017 ini aman. Kepala Bulog Subdivre Serang, Fansuri Perbatasari mengatakan, persedian beras di Bulog Serang tersedia untuk 6 hingga 8 bulan ke depan. “Stok untuk Ramadan aman, ada 3.400 ton.

Ketahanan stoknya 6 sampai 8 bulan ke depan untuk Kabupaten Serang. Kalau Kota Serang dan Cilegon saya tidak tahu ketahanan stoknya berapa, karena Dinsosnya sudah tidak ambil beras lagi ke Bulog,” katanya kepada Kabar Banten, Jumat (6/4/2018).

Selain beras, menurut dia, Bulog juga turut menyediakan kebutuhan pokok lainnya yang banyak dibutuhkan masyarakat saat Ramadan tiba, seperti daging, minyak goreng, dan lainnya. “Ya kami menyediakan tidak hanya beras, tapi ada daging kerbau beku, gula, tepung dan minyak goreng,” ucapnya.

Bulog juga melakukan Gerakan Stabilisasi Harga Pangan (GSHP) bersama BUMN dan peningkatan Rumah Pangan Kita (RPK). Untuk bansos rastra di Kabupaten Serang, Bulog tetap rutin menyalurkan menjelang Ramadan tiba. “Untuk Kota Serang dan Kota Cilegon penyaluran dan stok berasnya ditangani sendiri untuk BPNT-nya ( Bantuan Pangan Non-Tunai ), jadi Bulog tidak menanganinya,” ujarnya.

Sementara itu, di Pasar Induk Rau (PIR) Kota Serang, beberapa kebutuhan pokok mengalami kenaikan sejak beberapa hari terakhir. Seorang pemilik agen telur di Cikepuh, Putra menuturkan, saat ini untuk harga telur sudah ada kenaikan, meski masih relatif stabil. “Udah mulai beranjak naik sih, dari harga eceran 20.000 per kilogram (kg) sekarang 21.000-22.000 per kg,” tuturnya saat ditemui di PIR, kemarin. Ia menuturkan, kenaikan tersebut sudah menjadi rutinitas menjelang datangnya bulan Ramadan.

“Kalau kaitannya dengan kenaikan BBM, kayanya belum. Cuma udah waktunya aja, apalagi mendekati puasa sampai Lebaran. Ada kemungkinan naik terus, bisa naik seribu-seribu. Kalau pas Mulud yang lalu kan eceran menyentuh harga 25.000-26.000 per kg,” katanya.

Bukan hanya telur, sejumlah kebutuhan pokok, seperti bawang dan tomat mengalami kenaikkan. Hasil pantauan di sejumlah pedagang sembako di PIR, bawang merah yang dari harga Rp 28.000 per kg, kini menjadi Rp 35.000 per kg, sedangkan bawang putih yang sebelumnya Rp 28.000 per kg merangsek menjadi Rp 32.000 per kg, begitu juga dengan harga tomat yang kini menjadi Rp 10.000 per kg dari sebelumnya Rp 8.000 per kg. (Masykur)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here