Bukit Waruwangi Resmi Dibuka, Pengusaha Diminta Utamakan Warga Lokal

SERANG, (KB).- Agrowisata Bukit Waruwangi di Desa Cibojong, Kecamatan Padarincang dan Desa Bantar Waru serta Desa Bantar Wangi, Kecamatan Cinangka resmi dibuka pada Selasa (7/7/2020). Dalam peresmian tempat usaha tersebut, tokoh masyarakat setempat meminta pengusaha mengutamakan warga lokal untuk pekerjanya.

Peresmian agrowisata seluas 100 hektare milik mantan menteri pada masa Presiden Soeharto, yakni Siswono Yudo Husodo tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah dan dihadiri pula oleh Kapolres Serang Kota AKBP Yunus Hadith Pranoto, Dandim 0602 Serang Kolonel Inf Soehardono, Sekda Kabupaten Serang Tubagus Entus Mahmud Sahiri, Kepala Disporapar Hamdani, Kepala DPMPTSP Syamsuddin, dan tokoh masyarakat Kecamatan Cinangka dan Padarincang.

Tokoh masyarakat sekitar Suhaedi mengatakan, agrowisata tersebut sudah beroperasi sejak enam bulan lalu, namun baru diresmikan hari ini (kemarin). Ia bersyukur keberadaan agrowisata tersebut juga menambah pendapatan masyarakat. Pihaknya juga berharap, pengusaha mengutamakan warga lokal jika membutuhkan karyawan.

“Alhamdulillah (adanya agrowisata) bisa menambah pendapatan masyarakat. Terus kalau butuh karyawan selagi bisa dari tiga desa ini, ambil dari sini saja. Kalau sudah tidak bisa baru ke luar,” ujarnya saat ditemui Kabar Banten saat peresmian agrowisata tersebut.

Menurut dia, pembagian untuk tempat usaha masyarakat oleh pengusaha juga adil.

“Dibuatkan 21 saung jualan, satu desa 7 tempat jualan. Kebanyakan jualan pop mi dan kopi harusnya jualan hasil bumi. Saya siap bina PKK di sini, agar bisa menciptakan makanan ringan dan bisa payu (laku),” ucapnya.

Ia mengungkapkan, agrowisata tersebut juga sempat istirahat selama tiga bulan akibat corona. Namun, dia mengapresiasi, sebab karyawannya yang berasal dari warga sekitar tetap diberi upah setengahnya.

Baca Juga : Bukit Waruwangi, Wisata Agro Murah Rasa Eropa

Owner Agrowisata Bukit Waruwangi Siswono Yudo Husodo menuturkan, agrowisatanya sudah menyerap tenaga kerja sebanyak 100 orang, mereka ada yang bertugas sebagai peternak dan pemelihara pohon. Total luas lahan agrowisata tersebut, mencapai 100 hektare dan rencananya akan digembalakan 1.000 ekor sapi dan kerbau.

“Di sini modal yang ditanamkan sudah habis Rp 90 miliar sampai hari ini,” tuturnya kepada Kabar Banten saat ditemui di sela acara peresmian agrowisata Bukit Waruwangi berbasis ruminansia besar, Selasa (7/7/2020).

Sebelum membuat agrowisata tersebut, kata dia, pihaknya meminta izin pada pemerintah daerah, setelah mendapatkan izin, pihaknya langsung membangun kawasan tersebut.

Sementara, Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah yang meresmikan agrowisata tersebut, mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Siswono Yudo Husodo untuk menanamkan modalnya di Kabupaten Serang. Sebab, agrowisata yang dekat dengan Pantai Anyer-Cinangka merupakan mimpi yang sejak dulu ingin diwujudkan.

“Ini mimpi kami, kami ingin ada agrowisata terutama Anyer-Cinangka karena bagus sekali alamnya. Mudah-mudahan pak Siswono juga bisa kembangkan ke daerah lain, yang penting ini dijaga dan pelihara oleh masyarakat supaya jadi besar. Karena ini aset,” katanya.

Ia menuturkan, dengan hadirnya investor ke Kabupaten Serang, jajaran pemkab harus menyiapkan fasilitas lain berupa sarana dan prasarana yang menjadi kewajiban pemkab seperti jalan.

“Tadi sudah disampaikan, bahwa jalan di depan dari mulai NF (Pesantren Nurul Fikri) ke sini sudah masuk proyek tahun ini dan tahun depan dalam program multiyears sepanjang 10 kilometer lebih Insyaallah selesai. Namanya ruas jalan Sadatani,” ujarnya.

Menurut dia, program pemkab harus bisa bersinergi dengan adanya agrowisata tersebut.

“Seperti ada warung disiapkan untuk UMKM tiga desa, kami harus akses dari Diskoperindag dan dinas lain, mereka diberi pelatihan tidak hanya jual pop mi, tapi makanan khas sini harus dihidangkan,” ucapnya.

Disinggung adanya surat edaran bupati terkait penutupan tempat wisata selama pandemi Covid-19, dia mengatakan, saat ini secara umum sudah dibuka kembali. Hanya saja dengan catatan melaksanakan protokol kesehatan Covid-19.

“Karena semangat pusat ekonomi harus bergerak, sebab dampak Covid-19 luar biasa jangan sampai lumpuh. Tapi, bagaimana pun kami harus tetap jaga kesehatan kami secara melekat dan tertib jaga protokol kesehatan. Sudah mulai perlahan (dibuka), tapi sesuai protokol, hotel yang sudah siap kami cek dan boleh seperti di Anyer juga sudah boleh,” tuturnya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here