Buka Tutup Irigasi Dikeluhkan

SERANG, (KB).- Petani di Kecamatan Kramatwatu mengeluhkan adanya buka tutup saluran irigasi Pamarayan Barat. Hal tersebut, menurut petani, mengganggu musim tanam mereka.

Bagian Pemasaran pada Komunitas Penggilangan Padi dan Beras Mandiri (KPPBM) Kabupaten Serang, Anis Fuad mengatakan, untuk saluran irigasi selama ini, para petani di Kramatwatu memang sering terganggu dengan adanya buka tutup. “Harapannya jika musim tanam tiba jangan ada buka tutup lagi. Ini titipan dari teman-teman gapoktan,” katanya kepada Kabar Banten, Kamis (12/4/2018).

Ia menjelaskan, petani bukan melarang sistem buka tutup, sebenarnya itu dipersilakan jika petani sedang tidak dalam kondisi membutuhkan air, seperti saat ini, di mana para petani sudah mulai panen, sehingga kebutuhan air sudah tidak terlalu besar. “Tapi, kalau masih musim tanam jangan lah, itu harapan kami,” ujarnya.

Sebab, ucap dia, dengan adanya sistem buka tutup saat masa tanam, tentu saja itu merugikan petani. Karena, petani tidak bisa melakukan aktivitas tanam jika air tidak ada di saluran irigasinya. “Gimana mau tanam, kalau enggak ada air. Malah benih padi pada tua dan enggak bagus, artinya itu saja air harus lancar,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, buka tutup saluran irigasi sudah berlangsung cukup lama, berdasarkan informasi akan berjalan selama 6 bulan. Bahkan, sebelumnya para petani sempat ribut, karena adanya sistem tersebut, mereka sempat mengajak untuk berdemo.

Namun kemudian, emosi warga bisa diredam dengan cara difasilitasi pertemuan bersama kepala Dinas Pertanian. Pada awalnya, sistem buka tutup tersebut, selama 7 hari buka dan 7 hari tutup, namun karena Kramatwatu berada di saluran paling ujung. Sehingga, jika dibuka 7 hari 7 hari, maka air tersebut akan habis di perjalanan. “Jadi, begitu airnya sampai jadwalnya habis. Sekarang Alhmdulillah jadi 10 hari 10 hari, perjalanan air kan 5-6 hari,” katanya.

Meski sempat terganggu, dia menuturakan, untuk panen kali ini tidak sempat terganggu dan tidak berpengaruh pada hasil panennya. “Saya sudah sampaikan (keluhan). Tidak terpengaruh hasil panen mah, Alhamdulillah. Cuma itu harapannya kan kami sudah mau masuk musim tanam lagi, jadi jangan ada buka tutup,” ujarnya.

Sementara, Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah mengatakan, terkait irigasi memang masih menjadi persoalan di wilayahnya. Namun, untuk persoalan buka tutup tersebut, pihaknya sudah meminta kepala Dinas PU berkoordinasi dengan Balai Besar. “Jadi, sudah diminta ke kepala Dinas Pertanian untuk komunikasi ke kepala Dinas PU dan PU koordinasi dengan Balai Besar,” ucapnya.

Ia menjelaskan, buka tutup di saluran irigasi Pamarayan tersebut, dikarenakan adanya perbaikan saluran. Perbaikan saat ini sedang berjalan, bahkan sempat irigasi akan ditutup dalam rentang waktu yang cukup lama. “Tapi, kemudian karena ada koordinasi dari Distan akhirnya enggak jadi. Kemudian, mereka ngatur, supaya bagaimana caranya tidak terhenti sama sekali airnya,” tuturnya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here