Buka Rakorda Program KKBPK BKKBN Banten 2019, Wagub Banten: Tingkatkan Sinergitas

SERANG, (KB).- Wakil Gubernur (Wagub) Provinsi Banten Andika Hazrumy secara resmi membuka kegiatan rapat koordinasi daerah (Rakorda) program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga (KKBPK) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Banten bersama mitra tahun 2019, Rabu (20/3/2019), di hotel Horison Ultima, Kota Serang.

Kegiatan yang bertujuan untuk memperkuat komitmen bersama dalam membangun program KKBPK di Provinsi Banten tersebut, dibuka wagub Andika Hazrumy dengan pemukulan gong sebagai tanda dimulainya kegiatan Rakorda program KKBPK BKKBN bersama mitra tahun 2019.

Dalam kegiatan tersebut, Wagub juga mengukuhkan pengurus mitra kerja BKKBN Provinsi Banten diantaranya Perkumpulan Juang Kencana (PJK) Banten periode 2018-2021, Ikatan Penulis Keluarga Berencana (IPKB) Banten periode 2018-2023, dan FAPSEDU Provinsi Banten periode 2018-2023. Selain itu, dalam kegiatan tersebut juga ditandatangani MoU fakta integritas antara BKKBN Banten dengan institusi kependudukan dan keluarga pemerintah kabupaten/kota di Banten.

Dalam sambutannya, Wagub Banten Andika Hazrumy mengatakan, perlu adanya rekrutmen untuk pembuatan program komunikasi, informasi, edukasi terkait dengan pelayanan keluarga berencana terhadap akseptor KB. “Ini perlu dibicarakan bersama di tiap kabupaten/kota untuk program komunikasi, informasi dan edukasi itu sendiri,” ujarnya.

Kegiatan dengan tema ‘Meningkatkan sinergitas implementasi program kerja pusat dan daerah dalam mewujudkan penduduk tumbuh seimbang dan keluarga berkualitas yang maju, mandiri, berdaya saing, sejahtera dan berakhlakul kharimah’ ini, dalam konteks intensitas program, pemerintah provinsi Banten sangat terbantu oleh BKKBN dan mitra kerja tentang bagaimana meningkatkan taraf hidup manusia di Provinsi Banten melalui bagaimana kualitas keluarga yang terbaik berkaitan dengan tatanan informasi dan edukasi untuk dapat meningkatkan kualitas hidup manusia, ujar Andika.

Ia berharap, sinergitas, komunikasi, koordinasi yang lebih aktif baik dari pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota beserta BKKBN Provinsi Banten untuk duduk bersama dalam program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga (KKBPK) di Provinsi Banten. Ia mengatakan, pihaknya menyambut baik program KKBPK tersebut. “Program KKBPK bisa kita sinergikan untuk dapat memaksimalkan lagi kualitas dari program keluarga berencana,” ujarnya.

Lebih lanjut Wagub mengatakan, pihaknya yakin program ini dapat memunculkan multi player evect yang positif bagi perluasan pembangunan di provinsi banten. “Pemerintah Provinsi Banten sangat concern untuk dapat melaksanakan bagaimana program-program kebijakan di provinsi Banten bisa dirasakan secara luas dan maksimal oleh masyarakat. Saya berharap dari rakorda program KKBPK 2019 ini, bisa memberikan kontribusi positif bagi masyarakat khususnya yang ada di 8 kabupaten/kota di Banten,” ujar Andika.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Banten, Drs. Aan Jumhana mengatakan, Rakorda Program KKBPK 2019 diikuti dan dihadiri sebanyak 259 orang yang berasal dari BKKBN Provinsi Banten, mitra kerja program KKBPK dan organisasi profesi, OPD KB tingkat Provinsi dan tingkat kabupaten/kota di Banten.

“Rakorda program KKBPK adalah rangkaian kegiatan tahunan yang diselenggarakan BKKBN untuk menyusun langkah-langkah strategis serta meningkatkan sinergitas, komitmen dan dukungan pemerintah daerah dan mitra kerja dalam pemerataan pengelolaan dan pelaksanaan program KKBPK guna meningkatkan kualitas masyarakat Banten,” ujarnya.

Sementara, Direktur Pelaporan dan Statistik BKKBN RI Drs Rudy Budiman mengatakan, ini kegiatan yang luar biasa apalagi dihadiri bapak wakil gubernur yang masih enerjik dan begitu peduli terhadap program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga (KKBPK). “Intinya, program KB itu membantu pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan kualitas dan kesejahteraan masyarakat khusunya di Provinsi Banten,” ujarnya.

Sebagaimana kita ketahui dengan bonus demografi, di tahun 2010 Banten sudah memasuki 49 persen. Jadi, beban ketergantungannya relatif lebih baik (sudah rendah). Itu menjadi peluang bagaimana pangsa kerja, peluang kerja yang diperlukan dan akhirnya kesejahteraan masyarakat Banten cepat meningkat.

Menurutnya, dengan banyaknya usia muda yang masuk pangsa kerja, maka harus dipersiapkan dengan sumber daya manusia yang berkualitas disamping lapangan kerja yang terbuka dan mungkin pemerintah daerah telah siapkan. Inilah peluang-peluang yang bisa mempercepat masyarakat Banten ini sejajar atau setara dengan provinsi yang sudah maju, ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, pihaknya mendorong kampung KB sebagai satelit atau miniatur program BKKBN di level bawah. “Kampung KB, bukan keluarga berencana saja namun bagaimana kita sebagai ‘pilot project’ mengiring pemahaman masyarakat dan lintas sektor ikut terlibat di dalam itu. Jadi, masing-masing saling melengkapi,” ujarnya. (KO)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here