Jumat, 25 Mei 2018

Bugis Dituntut 22 Bulan

Direktur PT Wijayandaru Utama Sujasman S Nongke alias Bugis dituntut pidana penjara selama 22 bulan. Tuntutan tersebut dijatuhkan karena Bugis dinilai JPU Kejari Serang telah melakukan tindak pidana korupsi proyek betonisasi Jalan Terate – Banten Lama tahun 2011 senilai Rp 3,1 miliar bersama mantan Kepala Bidang Jalan dan Jembatan pada DBMTR Banten Muchtar Sutanto (inkrah dengan pidana empat tahun dan enam bulan penjara).

“Menuntut berupa pidana 2 tahun dan 10 bulan penjara dengan perintah agar terdakwa agar tetap ditahan,” ujar JPU Kejari Serang Subardi saat membacakan amar tuntutan di Pengadilan Tipikor Serang, Selasa (21/11/2017). JPU juga menuntut terdakwa dengan pidana denda sebesar Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan.

Terdakwa oleh JPU dibebaskan mengganti kerugian negara Rp 209.066.940 karena telah dikembalikan oleh terpidana Muchtar Sutanto. “Menyatakan terdakwa tidak dibebani membayar uang pengganti Rp 209.066.940 karena uang pengganti tersebut telah dibebankan kepada Muchtar Sutanto dan sudah dibayarkan ke kas negara,” kata Subardi dalam sidang yang diketuai oleh Majelis Hakim Efiyanto.

Berdasarkan uraian tuntutan JPU, Muchtar Sutanto merupakan pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) yang menyetujui usulan Bugis selaku pemenang tender untuk menggunakan bahan K-100 untuk lean Concrete atau lantai kerja. Padahal, seharusnya ia menolak, karena bahan beton yang digunakan seharusnya berjenis K-125 karena bertentangan dengan Buku II kontrak. Bugis juga mengetahui bahwa proyek peningkatan dan pelebaran jalan provinsi di Kecamatan Kasemen, Kota Serang senilai Rp 3,1 miliar itu tidak sesuai spesifikasi.

PT Wijayandaru Utama membeli lantai kerja B-0 dari PT Sinar Dinamika Beton seharga Rp 530.000 per meter kubik. Total pembelian 35 meter kubik seharga Rp 18.550.000. Padahal, kuantitas harga di dalam kontrak tertuang Rp 209.066.940. Selain itu, ia tidak pernah membuat atau mengeluarkan persetujuan tertulis saat melakukan pengecoran. Muchtar Sutanto juga tidak menegur atau menghentikan pengerjaan proyek tersebut.

Berdasarkan audit perhitungan kerugian negara (PKN) Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Banten, pengerjaan proyek betonisasi Jalan Terate-Banten Lama itu telah merugikan keuangan negara senilai Rp 209 juta lebih. Karena perbuatannya itu, Muchtar Sutanto dan Bugis dinilai terbukti melanggar dakwaan subsider Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana.

Menanggapi tuntutan JPU, kuasa hukum Bugis, Hermawanto menyatakan akan mengajukan pembelaan. “Sidang ditunda dan dilanjutkan kembali pada Selasa 28 November 2017 dengan agenda pembelaan. Sidang dinyatakan selesai,” tutur Ketua Majelis Hakim Efiyanto menutup sidang. (FI/Ant)***


Sekilas Info

Polsek Kopo Bagi-bagi Hidangan Berbuka Puasa

SERANG, (KB).- Personel Polsek Kopo membagikan hidangan berbuka puasa berupa takjil gratis untuk para pengemudi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *