Minggu, 23 September 2018

Budaya Baduy, Kemendikbud Buat Kamus Bahasa

KEBERADAAN dan cara hidup komunitas masyarakat adat Baduy di Kabupaten Lebak dengan segala keunikannya, termasuk penolakan pada segala bentuk modernitas, telah dikenal luas hingga mancanegara. Keunikan dan kearifan pola hidup warga Baduy dalam mementingkan keseimbangan alam yang dirurunkan para leluhurnya sejak ratusan tahun lalu, mengundang keingintahuan masyarakat luas.

Tak heran jika kemudian, sejak zaman dahulu, permukiman masyarakat adat Baduy yang berada di kaki Pegunungan Kendeng di Desa Ciboleger, Kecamatan Leuwidamar sering diramaikan dengan pengunjung dari berbagai daerah. Guna memperkenalkan serta mempermudah komunikasi wisatawan atau masyarakat diseluruh Indonesia berinteraksi dengan warga adat Baduy, Kantor Bahasa Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Banten, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, berencana untuk membuat kamus kosakata bahasa budaya Baduy.

Selain kosakata dan bahasa, dalam kamus itu pihak Kemendikbud akan memperkenalkan semua alat pertanian tradisional yang digunakan warga Baduy untuk bertani. Staf Kantor Bahasa Banten Kemendikbud wilayah Banten, M. Lutfi Baehaqi kepada Kabar Banten mengatakan, pembuatan kamus kosakata bahasa budaya Baduy yang selanjutnya akan dicetak serta diedarkan ke perpustakaan di seluruh Indonesia, memiliki banyak tujuan.

Yang pertama untuk memperkenalkan bahasa warga Baduy itu sendiri, serta mempermudah komunikasi masyarakat Indonesia jika berwisata ke Baduy. ”Selain itu, kamipun ingin memperkenalkan melalui kamus tersebut, tentang alat apa saja yang digunakan untuk bertani warga Baduy,” ujar M Lutfi yang ditemui diacara Desiminasi Kamus Kosakata Bahasa Budaya Baduy di Museum Multatuli, Rangkasbitung, Rabu (14/2/2018).

Ditambahkannya, selain berbentuk kamus, pihaknyapun berencana agar kosakata bahasa budaya Baduy tersebut bisa dicetak menjadi sebuah buku saku. Bahkan setelah dicetak, maka buku saku tersebut bisa dibagikan kepada wisatawan dipintu masuk menuju kawasan Baduy. ”Setelah dicetak menjadi sebuah kamus bahasa ataupun buku saku, saya rasa banyak manfaatnya bagi masyarakat di Indonesia,” katanya.

Asisten daerah Bidang Keuangan dan Umum Pemkab Lebak, (Asda II) Pemkab Lebak, Dedi Lukman yang hadir mewakili Sekretaris Daerah (Sekda) Lebak, Dede Jaelani mengatakan, Pemkab sangat mendukung terhadap program pembuatan kamus kosakata bahasa budaya Baduy oleh Kemendagri.

Menurut Dedi, melalui program tersebut, maka masyarakat di Indonesia yang berkunjung ke Baduy tentu akan semakin mudah untuk berkomunikasi dengan warga Baduy. ”Harus kita akui, melalui program pembuatan kamus ini, Pemkab Lebak akan terbantu. Sebab dengan diedarkannya kamus kosakata bahasa Baduy, diharapkan masyarakat diberbagai daerah di Indonesia semakin tertarik datang ke Baduy,” tutur Dedi Lukman. (Lugay/Job)***


Sekilas Info

Ini Cara Bulog Lebak-Pandeglang Jaga Kekompakan Kerja

LEBAK, (KB).- Perum Badan urusan logistik Subdivisi Regional (Bulog Subdivre) Lebak-Pandeglang mengelar acara family gathering, berlokasi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *