BRI Setuju Bantu Penguatan Modal Bank Banten

SERANG, (KB).- Pertemuan antara Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) dan Dirut PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk, Suprajarto membuahkan hasil. Menurut Gubernur Banten, BRI sepakat membantu penguatan modal Bank Banten. “Mereka (BRI) mau membantu modal untuk Bank Banten,” katanya, ketika ditemui seusai menghadiri Rapat Koordinasi Pengawasan Daerah Provinsi Banten 2018, di Pendopo Gubernur, KP3B, Curug, Kota Serang, Senin (13/8/2018).

Ia mengatakan, nantinya akan ada pertemuan lanjutan dengan Dirut BRI untuk membahas secara teknis penyertaan modal tersebut. “Kemarin baru kesepakatan, belum secara teknis. Nanti akan dibahas lebih lanjut dalam pertemuan-pertemuan berikutnya. Apa-apa saja dan berapa besarnya. Kesepakatannya nanti setelah due diligent (uji tuntas) selesai, baru disepakati,” ujar mantan Wali Kota Tangerang periode 2003-2013 tersebut.

Ia menjelaskan, penyertaan modal BRI kepada Bank Banten tidak akan memengaruhi saham yang dimiliki Pemprov Banten melalui Banten Global Development (BGD). “Kami kan ada saham 51 persen. Kemungkinan mereka (BRI) ambil 17 atau yang 19 persen. Jadi, tidak mendilusi (pengurangan persentase kepemilikan) saham kami. Kami tetap pemegang saham mayoritas,” ucapnya. Ia menjelaskan, sesuai petunjuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pemprov juga akan melakukan divestasi saham di BJB. “Sekarang sudah mulai proses, membangun saling pengertian dulu dengan BJB,” tuturnya.

Menurut dia, divestasi sebagai salah satu cara pemprov memberikan penyertaan modal ke Bank Banten. Jika hasil divestasi belum keluar, kata dia, pemprov akan memberikan modal Rp 200 miliar. “(Kalau proses divestasi belum keluar) ya kami tambah (penyertaan modal) Rp 200 miliar. Sisanya berdua (dengan BRI), kalau nanti dari divestasi bisa dan disetujui dewan kami bantu buat alihkan ke Bank Banten,” ujarnya.

Sementara, Ketua DPRD Banten, Asep Rahmatullah mendukung langkah pemprov join dengan BRI dalam hal penyertaan modal ke Bank Banten. “Ini bagian dari penguatan, sehingga pemprov mengajak kerja sama bank pemerintah, agar men-support keberadaan Bank Banten. Saya rasa itu bagus. Memang dari sisi penyertaan modal (dari) APBD itu kan tidak bisa serta merta, harus melalui tahapan, proses, dan lain-lain,” ucapnya.

Ia mengisyaratkan, bahwa upaya penguatan modal Bank Banten tidak bisa hanya mengandalkan APBD. “Menjadi posisi yang kurang bisa men-support. Ketika Rp 300 atau Rp 200 miliar sesuai nanti pembahasan. Ditambah support BRI dan pemilik saham lain ini akan jadi penguatan dalam konteks keberadaan Bank Banten itu sendiri,” tutur politisi PDI Perjuangan tersebut. (RI)*

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here