Jumat, 22 Februari 2019

BPOM Ajak Masyarakat Cerdas Pilih Bahan Pangan

SERANG, (KB).- Masyarakat turut berperan penting dalam upaya meminimalisasi peredaran bahan pangan maupun obat berbahaya. Oleh karena itu, Balai Besar Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Serang mengajak masyarakat agar cerdas memilih bahan pangan dan menjadi pengawas terhadap obat dan makanan.

Ajakan tersebut disampaikan oleh Kepala Balai Besar BPOM Serang Sukriadi Darma pada acara Fun Fest HUT ke-18 BPOM di Alun-alun Timur Kota Serang, Ahad (10/2/2019).

“Kami mengharapkan partisipasi dari masyarakat untuk menjadi konsumen yang cerdas sekaligus membantu Badan POM dalam mengawasi obat dan makanan,” kata Sukriadi.

Kegiatan tersebut, kata dia, untuk mengampanyekan hidup sehat dan memperkenalkan kinerja BPOM Serang. “Khususnya Balai Besar BPOM di Serang ini agar lebih dekat juga kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat bisa menjadi agen perubahan dan memberikan informasi kepada keluarga serta lingkungan sekitar. Sehingga seluruh masyarakat dapat menjadi konsumen cerdas dan meminimalisasi adanya pelanggaran.

“Bahwa ada yang namanya pengawasan semesta. Jadi seluruh elemen masyarakat itu melakukan pengawasan. Masyarakat juga bisa menjadi agen perubahan dan menjadi konsumen cerdas. Kemudian masyarakat bisa berfungsi juga menjadi pengawas obat dan makanan,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, ratusan ribu item produk berbahan berbahaya yang didominasi kosmetik dimusnahkan. Pemusnahan tersebut menghabiskan anggaran hingga mencapai Rp 70 miliar.

“Sepanjang tahun 2018 kami hitung jumlah kerugiannya sekitar Rp 69 hingga Rp 70 miliar dengan ratusan ribu item. Sebagian sudah kami musnahkan, sebagian lagi masih menunggu proses agar kami bisa melakukan pemusnahan,” tuturnya.

Sementara awal 2019, Badan POM belum menemukan kasus yang berarti, hanya ada temuan ketidaktelitian satu atau dua pelaku usaha. Namun hal tersebut bukan termasuk tindak kejahatan, hanya sebatas pelanggaran.

“Disitulah fungsi Badan POM sebagai pelayanan kepada masyarakat dengan memberikan perbandingan, pembinaan supaya tidak melakukan pelanggaran serupa di kemudian hari,” tuturnya.

Dalam acara itu juga, BPOM membuka layanan pengujian cepat bahan berbahaya pada pangan. Staf Penguji Badan POM Serang Rida Rufaidah mengatakan, pihaknya mengambil sampel jajanan di sekitar alun-alun.

“Ini menguji adanya kandungan formalin, boraks, rhodamin B dan metanil yellow. Ini sebagai sarana edukasi kepada masyarakat luas agar cerdas memilih sebelum membeli dan menggunakannya,” ujarnya. (Rizki Putri)*


Sekilas Info

IPM Kota Serang Ditarget Naik 0,10 Persen Setiap Tahun

SERANG, (KB).- Indeks pembangunan manusia (IPM) Kota Serang ditargetkan terus mengalami kenaikan 0,10 persen setiap …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *