BPNT Ganti Nama Jadi Program Sembako

SERANG, (KB).- Pihak Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Serang mengungkapkan, sesuai dengan instruksi Presiden, program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) dari Pemerintah Pusat berubah nama menjadi program sembako awal tahun ini.

Selain itu, jumlah dan jenis bantuan juga direncanakan bertambah, sementara untuk mekanisme penyaluran bantuan tidak berubah atau masih sama seperti BPNT.

Kepala Seksi (Kasi) Bantuan Stimulan dan Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Serang Suheri menuturkan, sejak awal 2020 program BPNT telah berganti nama menjadi program sembako. Sebelumnya, per Juli 2019 Pemerintah Pusat mengubah sistem bantuan dari Beras Sejahtera (Rastra) menjadi BPNT.

“Awal tahun ini pun kembali bertransformasi dari program BPNT namanya menjadi program sembako dengan mekanisme penyaluran yang sama,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Rabu (29/1/2020).

Program sembako, lanjut dia, masih dicover oleh Himpunan Bank Daerah (Himbara). Selain itu, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) juga masih menggunakan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) combo yang biasanya digunakan oleh KPM Program Keluarga Harapan (PKH).

Semua mekanisme penyaluran dan lainnya dinilai masih sama seperti program BPNT. Sementara, yang berbeda, yakni jumlah bantuannya lebih besar.

“Jadi, KKS masih menggunakan KKS combo. Mekanismenya sama, tapi kuota saldonya bertambah,” ujarnya.

Ia menuturkan, pada program BPNT setiap KPM menerima saldo yang masuk ke dalam KKS sebesar Rp 110.000. Namun, pada program sembako tersebut, bertambah menjadi Rp 150.000.

Tidak hanya itu, bahan sembako yang disediakan di tiap elektronik warung gotong royong (e-Warong) juga ditambah dengan protein nabati dan protein hewani.

“Saldonya dari Rp 110.000 sekarang naik Rp 150.000. Terus bahan pangannya juga selain beras dan telur ada protein nabati dan hewani,” ucapnya.

Untuk 2019, lanjut dia, KPM menerima beras sekitar sembilan kilogram dari program BPNT. Namun, pada akhir 2019, para KPM telah meminta untuk beras diubah jumlahnya sekitar tujuh sampai delapan kilogram dan untuk telur sebanyak satu kilogram. Dari bantuan Rp 150.000 tersebut, KPM bebas memilih bahan pangan yang dibutuhkan.

Tetapi, tutur dia, dari hasil survei yang dilakukan sebelumnya, memang banyak juga KPM yang membutuhkan protein nabati dan hewani.

“Kalau 2019 itu pas awal-awal BPNT ada justru KPM lebih banyak mencari berasnya. Selain itu, juga ada yang membutuhkan protein hewani dan nabatinya. Maka, ditambahlah bahan tersebut,” katanya.

Menurut dia, total KPM yang ikut dalam program sembako 2020 sebanyak 56.772 orang. Sementara, pada 2019 ada sebanyak 53.427 KPM, sehingga ada penambahan sekitar 5.000 KPM. Sementara, untuk jumlah e-Warong sampai saat ini masih sebanyak 200 e-Warong. (TM)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here