BPJS Ketenagakerjaan Kembali Jalankan Program ‘Pick Me Up Service’

Hj. Nani, ibunda Almarhum Maman sebagai ahli waris.

TANGERANG, (KB).- BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tangerang Batuceper kembali lagi memberikan pelayanan prima dengan kegiatan Pick Me Up Service.

Ferry Yuniawan selaku Kepala Kantor Cabang Tangerang Batuceper mengatakan Pick Me Up Service merupakan pelayanan jemput klaim untuk memberikan kemudahan bagi peserta yang tak bisa datang langsung ke Kantor BPJS Ketenagakerjaan, baik klaim Jaminan Hari Tua, Jaminan Kematian, Jaminan Kecelakaan Kerja maupun Jaminan Pensiun.

BPJS Ketenagakerjaan juga berharap kepada para pekerja dan pemberi kerja agar segera mendaftarkan diri sebagai bentuk upaya proteksi diri sesuai dengan Undang Undang Republik Indonesia No 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial dan Undang undang No 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial menyebutkan bahwa “Setiap pemberi kerja pada Badan Usaha Milik Negara, usaha besar, usaha menengah maupun usaha kecil wajib untuk melakukan pendaftaran kepesertaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan setiap tenaga kerjanya” tambah Ferry Yuniawan, Selasa (30/4/2019).

Selain itu, menurutnya, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tangerang Batuceper hingga kini terus berusaha meningkatkan pelayanan kepada para peserta. Selain program Penerima Upah (PU), BPJS Ketenagakerjaan juga memiliki program Bukan Penerima Upah (BPU) dengan program Jaminan Hari Tua, Jaminan Kematian, Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Pensiun (optional).

“Kali ini BPJS Ketenagakerjaan kami melakukan jemput bola di daerah Depok dengan program Klaim Jaminan Kematian bernama Maman Suparman,” tutur Ferry.

Dikatakannya, Maman terdaftar BPJS Ketenagakerjaan dengan program Bukan Penerima Upah (BPU) mulai bulan Februari 2019 melalui agen perisai BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tangerang Batuceper.

“Almarhum Maman meninggal pada April 2019 dikarenakan sakit dan sebelumnya beliau bekerja dengan membuka usaha Biro jasa Umroh,” ungkapnya.

Dimana, kata Ferry, santunan Jaminan Kematian Maman sebesar Rp 24 juta diberikan kepada ahli waris Ibu Kandung an Hj Nani yang sudah berusia lanjut 60 tahunan.

“Saya tidak menyangka bahwa anak saya terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan sehingga dana santunan tersebut dapat membantu saya dan keluarga,” tukas Nani, Ibu almarhum Maman dengan wajah berkaca kaca. (DA)*
.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here