BPJS Kesehatan Galang Dana untuk APD Nakes

SERANG, (KB).- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan bersama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) membuka penggalangan dana untuk membantu para tenaga kesehatan (Nakes) dalam melakukan penanganan virus corona. Dana tersebut nantinya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan alat pelindung diri (APD) para nakes.

Kepala BPJS Kesehatan Serang M Iqbal menuturkan, sebelumnya BPJS Kesehatan pusat bersama IDI telah melakukan penggalangan dana untuk nakes melalui gerakan gotong royong bantu tenaga kesehatan cegah corona (Gebah Corona). Kegiatan tersebut, diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk bergerak bersama, kemudian disumbangkan pada kepentingan tenaga kesehatan.

“Saat ini petugas tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan berjuang di garda depan dalam menangani wabah corona. Mereka melayani masyarakat tanpa kenal lelah, sehingga sudah seyogyanya kami turut bergerak membantu, sehingga mereka bisa bertugas dengan dilengkapi alat pelindung diri yang memadai, agar kesehatannya terjaga,” katanya kepada wartawan, Sabtu (21/3/2020).

Ia menjelaskan, karyawan BPJS Kesehatan seluruh Indonesia juga secara sukarela menyisihkan sebagian gajinya untuk Gebah Corona, sehingga dengan adanya gerakan tersebut, akan membantu menghadapi pandemi tersebut. Donasi tersebut nantinya akan disalurkan untuk tenaga medis di fasilitas kesehatan yang menangani virus corona di Indonesia, khususnya fasilitas kesehatan yang menjadi prioritas dan rentan.

“Nanti akan kami salurkan untuk tenaga medis yang menangani virus corona di Indonesia, khususnya fasilitas kesehatan yang menjadi prioritas dan rentan,” ujarnya.

Ia mengatakan, donasi tersebut, bukan hanya sekadar materi, namun rasa peduli ini diharapkan dapat membantu dan mendukung tenaga medis untuk bekerja dengan semangat. Pihaknya mengajak untuk semua elemen bergerak bersama, gotong royong melewati pandemi tersebut.

“Mari bergerak bersama, bergotong royong melewati pandemi corona ini,” ucapnya.

Sementara, Ketua Umum PB IDI Daeng M Faqih mengungkapkan, kondisi saat ini banyak tenaga medis Indonesia yang kekurangan APD. Dukungan dari masyarakat dibutuhkan untuk menghadapi virus tersebut, mengingat terbatasnya APD dan tenaga medis, sementara jumlah kasus akibat Covid-19 semakin tinggi.

“Tenaga medis saat ini memiliki risiko yang besar tertular. Selain dari pemerintah, dukungan masyarakat akan perlindungan tenaga medis harus kami bangun,” tuturnya. (TM)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here