BPCB Temukan 6 Anak Tangga Baru di Surosowan

Tim Eksvakasi (penggalian) Balai Pelestarian Cagar Budaya Banten saat melakukan pengukuran pada fondasi yang diduga merupakan undakan (anak tangga) di sebelah utara reruntuhan Keraton Surosowan, Banten Lama, Rabu (11/9/2019).*

Tim Ekskavasi Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Banten kembali menemukan struktur bangunan di Situs Banten Lama, berupa anak tangga di Sebelah Utara Keraton Surosowan, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Ahad (8/9/2019).

Penanggung Jawab Pengupasan Kegiatan Ekskavasi BPCB Mimi Lumbiyantari mengatakan, anak tangga tersebut, ditemukan pada tim ekskavasi yang bertugas pada Senin hingga Ahad ( 2-8/9/2019). “Iya, itu tim pekan lalu. Jadi, tepatnya ditemukan pada Ahad (8/9/2019). Jadi, dilanjutkan dengan tim pekan ini,” katanya, Rabu (11/9/2019).

Ia menjelaskan, ada enam anak tangga yang ditemukan oleh tim lapangan pada kedalaman sekitar dua meter. Anak tangga tersebut, diduga digunakan sebagai perlintasan keluar dan masuknya seseorang menuju kanal, karena menurut catatan sejarah Kesultanan Banten dikelilingi oleh kanal. Kemudian, dari enam anak tangga, satu di antaranya berada di dalam air.

“Nah itu dugaan saat ini, sementara adalah tangga menunju kanal. Jadi, ditemukan tepat berada di bawah kedalaman dua meter. Satu anak tangga terendam air, jadi jumlahnya ada enam anak tangga. Kemudian, dugaan kami, masih ada anak tangga lainnya yang belum kami temukan saat ini,” ujarnya.

Selain itu, penemuan anak tangga tersebut, juga memperkuat, bahwa Keraton Surosowan lebih luas dari apa yang nampak hari ini. “Sebenarnya ada beberapa tahap pembangunan, seperti era sultan A dibangun, era B dibangun lagi, yang saya lihat seperti itu,” ucapnya.

Kegiatan ekskavasi yang dilakukan pada pertengahan Juni sampai pertengahan Oktober 2019 tersebut juga telah menemukan beberapa temuan, yakni temuan lepas dan temuan insitu. Mulai dari pecahan keramik, gerabah, pipa cangklong hingga mata uang dari berbagai negara.

“Temuan lepas itu banyak seperti mata uang, pecahan-pecahan gerabah, keramik, dan masih banyak lagi, sedangkan temuan insitu itu berupa struktur bangunan dan yang paling baru adalah temuan anak tangga ini,” tuturnya.

Sementara, Pelaksana Lapangan dari BPCB Banten Yanuar Mandiri mengatakan, banyaknya temuan pipa cangklong tersebut, belum diketahui fungsi sebenarnya. “Pipa cangklong ini banyak ditemukan. Akan tetapi, fungsinya itu belum diketahui. Apakah hanya untuk rokok atau candu dan ini dibuat oleh Eropa,” katanya.

Ia menjelaskan, ada berbagai mata uang yang ditemukan. Namun, masih sama seperti pekan sebelumnya, hanya saja ada penambahan.

“Masih sama, ada mata uang Cina, Banten, VOC, dan Belanda. Kalau mata uang Banten itu dugaannya ketika masa Kesultanan Maulana Muhammad dan mata uang Banten 98 persen terbuat dari tembaga. Kami sudah cek menggunakan alat thermo fischer scientific xrf,” ujarnya. (Rizki Putri/Yandri)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here