BPBD Lebak Ajukan Alat Deteksi Tsunami

LEBAK, (KB).- Kepala Pelaksana harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Kaprawi, telah mengajukan pemasangan alat deteksi dini tsunami kepada bencana alam tsunami kepada BMKG. Ia berharap eraly warning sistem (EWS) tersebut nantinya bisa dipasang di pantai wilayah Lebak Selatan.

“Kita prihatin, sampai saat ini pesisir wilayah Pantai Lebak Selatan belum dipasang alat deteksi tsunami,” kata Kepala pelaksana BPBD Lebak, Kaprawi kepada Kabar Banten, Ahad (13/1/2019).

Dia menjelaskan, pesisir pantai selatan Kabupaten Lebak memiliki panjang 91,24 kilometer dan itu belum terdapat alat deteksi dini. Padahal, di pesisir selatan itu rawan terjadi gempa dan tsunami. Oleh karena itu, pihaknya mengusulkan kepada BMKG agar direalisasikan pemasangan alat deteksi dini pencegahan bencana atau EWS.

Ia menilai, pemasangan EWS sebagai langkah upaya kesiapsiagaan guna mengantisipasi bencana alam.
Pemasangan alat deteksi ini diprioritaskan di tiga titik antara lain Pantai Malingping, Cimandiri dan Bayah. Sebab, di tiga titik jumlah penduduk begitu banyak, sehingga perlu adanya perlindungan dari ancaman bahaya gempa dan tsunami. Namun, peralatan deteksi dini itu nantinya mendapat perawatan rutin oleh BMKG.

“Kami berharap semua pemasangan deteksi dini itu mendapat perawatan agar berfungsi jika sewaktu-waktu terjadi gempa dan tsunami bisa menyelamatkan masyarakat pesisir selatan,” ujarnya.

Menurut Kaprawi, pemasangan EWS itu sangat dibutuhkan guna mengurangi risiko kebencanaan. Sebab, wilayah Kabupaten Lebak merupakan daerah rawan bencana alam, seperti gempa, tsunami, banjir, longsor dan kebakaran.

BPBD Lebak berharap BMKG, Stakeholder, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) maupun pemerintah pusat dapat memasang alat pendeteksi bencana alam tersebut. Selama ini, lanjut Kaprawi, BPBD juga menjalin kerja sama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung dengan memasang alat sensor gempa di Desa Cimandiri Kecamatan Panggarangan.

Pemasangan alat sensor tersebut bisa diketahui tanda-tanda bencana alam seperti longsor dan gempa bumi hingga mengeluarkan bunyi sirine. “Pemasangan alat pendeteksi dini dapat mengantisipasi korban bencana alam,” tuturnya. (ND)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here