BPBD Kabupaten Serang Data Daerah Rawan Longsor & Pinggir Pantai

SERANG, (KB).- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang berencana melakukan pendataan daerah rawan longsor dan pinggiran pantai. Hal tersebut dilakukan, karena adanya arahan Presiden Joko Widodo untuk menanam mangrove dan rumput vetiver sebagai upaya penanggulangan bencana tsunami dan longsor.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Derah (BPBD) Kabupaten Serang Siti Komariah mengatakan, pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Penanggulangan Bencana 2020 di Sentul International Convention Center (SICC) Bogor, Selasa (4/2/2020), Presiden Joko Widodo mengingatkan, bahwa daerah potensi tsunami, agar dilakukan penanaman mangrove, sehingga jika terjadi tsunami tidak langsung kena masyarakat, namun terhadang dulu oleh mangrove.

Kemudian, kata dia, selain mangrove, daerah juga diminta menanam rumput vetiver. Rumput tersebut berfungsi untuk meminimalisir terjadinya bencana khususnya longsor.

“Pohon vetiver ini murah per batang hanya Rp 2.000. Kalau di daerah mulai ditanam, khususnya di daerah longsor, agar kuat. Serapannya tinggi, sehingga tidak cepat longsor,” ujarnya kepada Kabar Banten, Selasa (11/2/2020).

Ia menuturkan, arahan tersebut akan menjadi bahan acuan bagi BPBD ke depan. Bisa jadi pada tahun depan akan mulai dilakukan penanaman dua jenis pohon tersebut.

“Mungkin tahun depan kami mulai berpikir sesuaikan dengan kondisi lahan, karena sebagian pesisir sudah ada hotel jadi paling di lahan kosong kami arahkan,” uajrnya.

Untuk titiknya, ucap dia, pihaknya masih akan melakukan survei ulang daerah mana saja yang bisa ditanami mangrove dan vetiver.

“Karena di sana banyak bangunan pinggir pantai. Jika itu sudah jadi amanat, harus menyesuaikan. Vetiver cocok untuk daerah tebing, seperti Mancak, Bojonegara, Pabuaran, dan pegunungan lainnya,” tuturnya.

Untuk saat ini, pembibitan vetiver masih belum ada di Kabupaten Serang. Ke depan bisa jadi akan menggandeng perusahaan atau menganggarkan sendiri dan bekerja sama dengan organisasi perangkat daerah (OPD) yang memiliki bibit.

“Nanti disesuaikan dengan kebutuhan, supaya bisa diadakan penanaman,” katanya.

Disinggung seberapa penting pohon tersebut, dia mengatakan, sangat besar manfaatnya. Untuk mangrove di pesisir pantai, jika ada tsunami akan tertahan oleh mangrove, sehingga tidak langsung mengenai masyarakat sekitar. Saat ini di pinggiran pantai Kabupaten Serang masih banyak yang belum tertanami mangrove.

“Kami masih banyak, rata-rata pohon kelapa pinggir pantai mangrove sedikit. Utara yang banyak mangrove,” ujarnya. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here