BPBD Kabupaten Lebak Siagakan Peralatan Evakuasi

LEBAK, (KB).- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak mulai menyiagakan peralatan evakuasi penanganan kebencanaan menyusul curah hujan di daerah ini relatif tinggi, yang dikhawatirkan dapat menimbulkan bencana alam seperti banjir dan longsor.

Kepala Pelaksana BPBD Lebak, Kaprawi menyatakan, saat ini pihaknya sudah menyiagakan peralatan evakuasi di antaranya motor tempel, pelampung, perahu karet, pompa sedot, regaji mesin, dapur umum lapangan, logistik, kendaraan, tenda, dan tambang.

“Dalam sepekan terakhir ini curah hujan dengan kapasitas ringan dan sedang berlangsung di daerah ini. Meski demikian, mengingat sejumlah kawasan Lebak terkategori rawan bencana, kami berkewajiban untuk menyiagakan peralatan untuk mengantisipasi kebencanaan agar tidak menimbulkan korban jiwa,” kata Kaprawi, Ahad (9/12/2018).

Menurutnya, potensi curah hujan tinggi dapat menimbulkan bencana alam, karena wilayah Kabupaten Lebak masuk daerah langganan banjir dan longsor. Namun saat ini, curah hujan dengan intensitas ringan dan sedang berlangsung antara tiga sampai lima jam, yang biasanya terjadi pada sore dan malam hari.

“Semua peralatan evakuasi dengan kondisi baik dan bisa dioperasikan. Hingga saat ini kami belum menerima laporan bencana banjir dan longsor di 28 kecamatan, termasuk di daerah rawan kebencanaan. Namun, personel BPBD dan relawan terus melakukan pemantauan ke lokasi-lokasi rawan bencana alam,” ujarnya.

Dijelaskan, pemantauan merupakan salah satu upaya yang harus dilakukan untuk melihat perkembangan curah hujan juga lokasi rawan banjir dan longsor. Mengingat di sejumlah daerah rawan itu dihuni oleh ribuan kepala keluarga (KK). “Kami akan bergerak cepat ke lokasi bencana alam untuk melakukan evakuasi penyelamatan agar tidak menimbulkan korban jiwa,” tuturnya.

Sejumlah warga di wilayah Lebak mengatakan, kondisi cuaca dalam sepekan terakhir dirasakan cukup berat dengan hujan berlangsung dengan intensitas ringan hingga sedang dan disertai angin kencang. ”Kondisi cuaca dalam sepekan terakhir sangat buruk dimana guyuran hujan dengan intensitas ringan hingga sedang dan disertai angin kencang melanda daerah ini,” ucap Aris (45), warga Rangkasbitung.

Dia mengatakan, dengan kondisi cuaca buruk saat ini, pihaknya yang tinggal di wilayah perkotaan juga meningkatkan kewaspadaan karena beberapa waktu lalu saat hujan disertai angin kencang banyak pohon tumbang di wilayah perkotaan. Sehingga dirinya juga waspada saat bepergian menggunakan kendaraan roda dua di jalanan.

”Cuaca saat ini memang kurang bersahabat akibat adanya hujan yang disertai angin kencang. Karena itu, kami wajib meningkatkan kewaspadaan terutama saat membawa kendaraan di jalanan,” tuturnya. (ND)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here