Bocah Lumpuh Layu Butuh Bantuan

SEPINTAS, tampaknya tak ada yang berbeda antara Fahmi dengan bocah balita lainnya. Namun saat bocah lain berjalan atau saling bermain kejar-kejaran, Fahmi tetap duduk diam atau hanya beringsut untuk berpindah tempat. Dibalik tatapan matanya yang polos, Fahmi putra ketujuh dari Edi (53) dan Kasni (50) merupakan salah satu anak yang kondisinya tidak seberuntung anak-anak lain seusianya.
Sejak usia dua tahun, Fahmi yang merupakan warga RT 003/002, Kampung Kaduguling, Desa Mekarmulya, Kecamatan Cimarga itu mengalami keterlambatan pertumbuhan dan tak mampu berjalan.

Dari tahun ke tahun, kondisi kesehatan Fahmi yang kini berusia tujuh tahun itu tak mengalami perubahan bahkan kian mengkhawatirkan. Terlebih faktor ekonomi keluarganya yang masuk kategori miskin. Sang ayah kandung, Kasni, mengaku pasrah dengan kondisi putra bungsunya yang hingga usia tujuh tahun belum bisa berjalan seperti anak-anak lainnya. “Saya sudah pasrah dengan kondisi Fahmi, karena untuk berobat Fahmi kami tidak memiliki biaya. Bahkan untuk sekadar membawa Fahmi ke puskesmas yang jaraknya 7 kilo, saya harus berjalan kaki karena tak ada uang untuk ongkos ojek,” kata Kusni kepada Kabar Banten, Ahad (3/9/2017).

Menurutnya, rasa sedih dan iba serta rasa bersalah akan kondisi putranya selalu datang saat melihat anak-anak yang lain seusia Fahmi yang sedang bermain dan menggunakan baju seragam sekolah.
“Sedih pak. Apalagi ketika melihat anak lain yang sebaya Fahmi sedang bermain dan memakai seragam sekolah. Sedangkan Fahmi hanya bisa terkulai lemas karena kondisinya yang memang seperti ini sejak usia dua tahun. Saya hanya bisa pasrah pada suratan takdir,” ujarnya. Dibalik kepasrahannya pada kuasa Sang Khalik, Kusni tetap berharap ada mukzijat Illahi atau uluran tangan para dermawan, agar Fahmi bisa sembuh dan tumbuh normal layaknya anak-anak lainnya. “Kami hanya bisa berdoa semoga ada mukjizat Tuhan supaya Fahmi bisa sembuh,” tuturnya.

Kepala Desa Mekarmulya, Ruben, membenarkan jika Fahmi merupakan warganya yang berasal dari keluarga yang kurang mampu. “Saya kemarin kroschek tentang kondisi Fahmi. Fahmi merupakan salah satu warga desa kami yang dilahirkan dari keluarga yang kurang mampu. Saat ini kondisi fisiknya jauh lebih baik, bahkan saat ini Fahmi mulai belajar berjalan. Kemarin saya sempat menawarkan kursi roda untuk Fahmi ke orangtuanya namun ditolak,” kata Ruben. (Lugay/Job)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here