Bocah 8 Tahun Jadi Korban Pencabulan

SERANG, (KB).- Seorang bocah perempuan berusia 8 tahun berinisial M, warga Desa Ragas Masigit, Kecamatan Carenang diduga menjadi korban pencabulan oleh kerabat dekatnya yang berinisial S (38). Akibat peristiwa tersebut, korban yang duduk di bangku kelas 3 sekolah dasar (SD) mengalami trauma hebat dan sering mengeluh kesakitan.

Kuasa Hukum korban, Nasir Ahmad mengatakan, berdasarkan informasi yang didapatkanya, awal mula kasus tersebut terungkap saat korban sering mengeluh ketika buang air kecil. Lalu, orangtuanya curiga dan membawanya ke dokter. Setelah itu, korban mengaku, bahwa telah dicabuli saudara korban berinisial S (38). “Jadi, anak 8 tahun kelas 3 SD, tadinya enggak mau mengaku, karena selama ini tiap kali mau mengaku, korban selalu diancam mau dibunuh,” katanya kepada Kabar Banten, Ahad (1/4/2018).

Ia menuturkan, selama ini korban mengaku, telah 5 kali dicabuli di tempat kediamannya. Setelah aksi tersebut terungkap, orangtua korban berang. Namun sayang, pelaku yang masih saudara korban dan tinggal tidak jauh dari rumahnya tersebut kini belum juga tertangkap. “Kalau informasinya sudah 5 kali, itu singkat dan dalam waktu yang enggak lama dan terakhir Rabu (27/3/2018) kemarin,” ujarnya.

Pada Jumat (29/3/2018), pihaknya sudah membuat laporan di Polres Kabupaten Serang. Namun, laporan tersebut belum bisa diproses. Sebab, sebelum laporan perlu dilakukan visum terlebih dahulu, agar laporan tersebut dapat ditindaklanjuti. “Makanya, besok (hari ini) kami akan ke polres untuk visum jam 07.00 pagi. Kalau kata informasi (pelaku) kabur, tapi enggak jauh. Pelaku tinggal di situ dan pengangguran dia,” ucapnya.

Ia mengatakan, dalam hal tersebut, pihak keluarga berharap, agar pelaku bisa segera ditangkap dan diadili. Bahkan, keluarga menginginkan, agar pelaku mendapatkan hukuman seumur hidup. “Kalau dibiarkan persoalanya dia akan keluar lagi dan dia akan melakukan lagi dan penyakit kasihan dengan korban lainnya. Hukumannya harus menjerakan dia dan untuk pelajaran yang lain,” tuturnya.

Saat ini, kata dia, kondisi korban mengalami trauma yang sangat luar biasa. Oleh karena itu, dia meminta, agar Lembaga Perlindungan Anak (LPA) bisa melakukan pendampingan untuk memulihkan kembali mental korban. “Saya minta kemarin juga ke mereka (LPA) dan sempat mendampingi di polres kemarin, saya berharap, dari pihak terkait, pemerintah mau membantu untuk membangkitkan mental dia lagi,” ujarnya.

Sementara, Ketua LPA Banten, Uut Lutfi menuturkan, akan memberikan layanan psikologis untuk membantu menghilangkan trauma korban. Dengan demikian, korban akan dapat menyampaikan apa yang dialaminya dengan gamblang dan terbuka tanpa ada tekanan.

Selain itu, pihaknya akan memberikan bantuan hukum kepada keluarga korban hingga ke proses peradilan. Selain itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Sekretaris Desa Ragas Masigit, Daddy Andaddy, agar masyarakat di sekitar rumah korban bisa peduli dan menjaganya tetap kondusif. Rencananya, ucap dia, pihaknya akan ke lokasi kejadian untuk memastikan kondisi korban. (DN)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here