Bocah 7 Tahun Dianiaya

CILEGON, (KB).- Kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kembali terjadi di Kota Cilegon. Kali ini menimpa seorang bocah perempuan berusia 7 tahun berinisial K, warga Kavling, Kelurahan Ciwaduk, Kecamatan Cilegon. Gadis cilik tersebut mengalami luka lebam di bagian punggungnya.

Pengurus Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Cilegon Sofi kepada Kabar Banten, Selasa (19/3/2019) mengatakan, terkuaknya kasus dugaan penganiayaan KDRT tersebut, berkat laporan dari masyarakat.

“Jadi, ada laporan dari masyarakat Kelurahan Ciwaduk kepada kami atas dugaan tindakan penganiayaan orang tua terhadap anaknya. Ketika kami melihat anak tersebut, terdapat banyak luka lebam di punggungnya,” katanya.

Namun, berdasarkan informasi, diperkirakan kasusnya terjadi sudah lama. Ia menuturkan, kasus dugaan kekerasan tersebut, terjadi sejak setahun yang lalu. Tindak kekerasan tersebut, diduga dilakukan orangtua yang bukan ibu kandungnya. Atas peristiwa tersebut, warga berinisiatif melaporkan kejadian tersebut kepada LPA.

“Kejadiannya memang sudah lama dan akhir-akhir ini korban sering mendapat perlakuan kasar. Untuk itu, kami mendampingi korban dan memberikan trauma healing kepada si anak, agar tidak terdampak psikologis, sementara kasusnya sudah kami laporkan ke Polres Cilegon,” ujarnya.

Ia menuturkan, orangtua tidak diperkenankan melakukan kekerasan terhadap anggota keluarganya. Apalagi anak yang masih kecil dan sedang dalam masa pertumbuhan.

KDRT, menurut dia, adalah tindakan yang dilakukan di dalam rumah tangga baik oleh suami, istri maupun anak yang berdampak buruk terhadap keutuhan fisik, psikis, dan keharmonisan hubungan sesuai yang termaktub dalam Pasal 1 UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga.

“Jadi, dalam UU tidak diperbolehkan suami atau istri melakukan kekerasan, karena ada aturannya dan bisa dipidanakan,” ucapnya.

Lurah Ciwaduk Rohimin ketika dikonfirmasi mengatakan, belum mengetahui kejadian tersebut. Namun demikian, pihaknya akan melakukan komunikasi dengan ketua rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW) setempat untuk melakukan pengecekan kebenaran informasi tersebut.

“Belum tahu kalau ada KDRT, nanti saya komunikasi dengan ketua RT sama RW. Terima kasih atas informasinya,” tuturnya.

Sementara itu, sumber di Polres Cilegon membenarkan adanya laporan kasus dugaan KDRT. Bahkan, saat ini orangtua anak tersebut, telah dipanggil dalam proses penyidikan.“Saat ini, kasusnya masih dalam penyidikan,” kata anggota Polres Cilegon yang tidak bersedia disebut namanya. (HS)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here