BNNP Tes Urine Pejabat Pemkab Serang

SERANG, (KB).- Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Banten menggelar tes urine secara mendadak terhadap puluhan pejabat eselon II dan III Pemkab Serang yang hadir dalam kegiatan sosialisasi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), di Aula TB Suwandi, Pemkab Serang, Kamis (30/11/2017).

Sebelum memasuki aula tersebut, pejabat eselon II dan III pemkab diminta melakukan tes urine oleh petuga BNN yang sudah bersiap di lantai bawah. Pejabat yang hadir mengikuti hal tersebut, beberapa pejabat juga menulis keterangan bahwa ia sedang mengkonsumsi obat medis. Kegiatan tersebut diikuti sejumlah kepala OPD, camat, dan perwakilan organiasi kemasyarakatan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP Banten Letkol Inf. Sugino mengatakan, tes urine tersebut dilakukan untuk pengamanan semua agar Aparatur Sipil Negara (ASN) terutama eselon II dan III juga memberi keteladanan dengan tidak menggunakan Narkotika.  “Ini bukan karena ada indikasi, tidak. Tapi ini programnya dari Kesbangpol mengundang BNN untuk mendukung sosialisasi termasuk ke eselon II dan III serta masyarakat luas. Jadi intinya ini sebagai protek saja jangan sampai keliru keteladanan kepada ASN yang ada di jajarannya,” katanya.

Menurut Sugino, sementara ini pihaknya belum mendeteksi adanya Pejabat eselon II dan III Pemkab Serang yang terindikasi menggunakan Narkoba.”Kami tidak mau berprasangka juga. Kalau saya kan bicaranya pencegahan. Tapi disisi pemberantasan, saya kira selama ini kami belum ada indikasi pejabat esleon II atau III sama sekali belum ada. Disini, kami bicara pencegahan dan keteladan ke ASN lainnya bahwa ini loh pemimpimpinnya juga bersih, harapannya gitu,” katanya.

Kasie Pencegahan BNNP Banten Ainul Mardiah, mengatakan, BNNP dalam kegiatan tersebut menyiapkan 100 alat tes urine. Dalam alat tes tersebut, ada enam parameter, metamfetamin, MOP, cocain, amfetamin, benzo, dan THC.  “Kalau di alat tes ada yang dua garis, maka negatif. Kalau garisnya satu diatasnya saja, itu positif dan positif. Hal tersebut tergantung dari obat apa yang dipakai. Bisa jadi dari obat medis yang sedang dikonsumsi,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Sekda Pemkab Serang, Agus Erwana, mengatakan, tes urine sekarang hanya dilakukan pada eselon II dan III yang hadir dan diundang dalam kegiatan sosualisasu P4GN. Akan tetapi, nanti kegiatan tes unrine ini direncanakan akan dilakukan secara menyeluruh ke semua ASN.
“Kami ingin, kedepan semua ASN di tes urine. Misalnya, per dua atau tiga bulan secara rutin, kami coba melakukan tes urine. Jadi bukan hanya para pejabatnya, kita atur waktunya nanti. Karena bukan apa-apa. Kalau aparaturnya sudah ada yang kena, apa yang dikerjakan pikiran mereka saja sudah jelas tidak mungkin normal,” katanya.

Dari hasil tes urine tersebut, kata Agus, pihaknya akan melihat terlebih dahulu sebelum menentukan sanksi jika ada yang positif.  “Kalau di kalangan ASN ini memang ada terbukti menggunakan (narkoba), kami lakukan tindakan titipkan rehabilitasi. Jadi jangan langsung bicara sanksi dulu. Saya kira itu harus kita bina dulu di rehabilitasi, di liaht lagi dia memakai itu kenapa,” katanya. (YY)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here