BNN Periksa Lima ASN Pemprov Banten

SERANG, (KB).- Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten periksa 5 aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, Kamis (21/12/2017). Kehadiran mereka untuk mengklarifikasi hasil tes urine di Lapangan Masjid Raya Al-Bantani, KP3B, Curug, Kota Serang, Selasa (19/12/2017).

“Masih dilakukan pemeriksaan, apakah mereka pengguna atau dampak obat. Karena obat juga ada yang mengandung unsur narkotika,” ujar Kabid Pemberantasan BNN Provinsi Banten AKBP Abdul Majid kepada Kabar Banten, Kamis (21/12/2017).

Dia mengatakan, pihaknya melayangkan pemanggilan terhadap 10 ASN di Pemprov Banten. Namun dari 10 ASN yang dipanggil, hanya 5 ASN yang mangkir dari panggilan. “Datang baru lima orang (ASN), lima lagi tidak datang, belum tahu alasannya. Sudah di BAP (berkas acara pemeriksaan lima ASN). Lima orang dipanggil, urine-nya mengandung amphethamine,” kata mantan Kepala Seksi Penyelidikan Polair Polda Banten ini.

Dia menuturkan, lima ASN yang telah di BAP tersebut diserahkan kepada bagian rehabilitasi BNN Provinsi Banten. Di sana, mereka akan ditangani dokter dan dilakukan wawancara. Jika kelimanya merupakan pengguna, akan dilakukan rehabilitasi. “Uji klinis dulu (bidang rehabilitasi BNN Provinsi Banten). Dari bidang berantas sudah cukup BAP. Selanjutnya nunggu hasil wawancara dan uji klinik dokter apakah akan direhab atau tidak nantinya,” tuturnya.

Terkait lima ASN yang mangkir dari panggilan, pihaknya akan melakukan pemanggilan ulang. Sebab, petugas BNN Provinsi Banten ingin mengetahui alasan kelima ASN tersebut mangkir dari panggilan. “Insya Allah (pemanggilan ulang). Kemarin yang panggil staf dari BNN bukan penyidik, kami akan usahakan panggilan ulang,” tuturnya.

Apabila dari hasil pemeriksaan medis bahwa 10 ASN itu adalah pengguna narkoba, maka BNN Provinsi Banten akan menelusuri pengedar barang haram tersebut. Dia berharap ASN yang menjadi pecandu narkoba agar meminta rehabilitasi. Sebab, bagi ASN yang direhabilitasi tidak akan diproses pidana. Berbeda halnya dengan yang ditangkap petugas. “Bagusnya begitu (direhabilitasi),” ucapnya.

Sementara itu, berdasarkan data yang diperoleh dari BNN Provinsi Banten, 10 ASN yang dari hasil tes urine mengandung zat narkotika dan psikotropika berinisial IR, CR, OR, BP, PU, AAS, DA, SI, RYP dan RI. Mereka berasal dari OPD Dinas Pariwisata, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.

Selanjutnya, Dinas Komunikasi Informasi Statistik dan Persandian, Badan Pengelolaan Keuangan dan Anggaran Daerah dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Sepuluh ASN yang dipanggil BNN Provinsi Banten tersebut, lima hasil tes urine mengadung amphethamine, empat benzo dan satu morphine. (FI)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here