Sabtu, 23 Februari 2019

BNN: Pandeglang Rawan Narkoba

PANDEGLANG, (KB).- Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten Brigjen Pol. Tantan Sulistyana merilis, sebanyak 12 kecamatan dan 16 desa di Pandeglang terindikasi ada penyalahgunaan narkotika dan obat terlarang (narkoba).

Data tersebut, kata dia, didapat dari Polres Pandeglang. Kecamatan rawan peredaran narkoba itu yakni Panimbang, Sumur, Labuan, Cigeulis, Carita, Cibaliung, Sukaresmi, Pagelaran, Menes, Cikeusik, Banjar dan Karangtanjung.

“Dalam ungkap kasus oleh pihak Polres ada data TKP berada di 12 kecamatan dan 16 desa. Oleh sebab itu, kami harap OPD membuat relawan dan membuat Desa Bersih Narkoba (Bersinar) untuk melakukan pencegahan,” kata Kepala BNN Provinsi Banten Brigjen Pol.

Tantan Sulistyana saat sosialisasi Inpres Nomor: 6 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika (P4GN), di Oproom Setda Pandeglang, Senin (21/1/2019).

Ia mengatakan, dalam Inpres tersebut dijelaskan bahwa dalam penanganan narkoba, ada keterlibatan seluruh kementerian atau lembaga termasuk pemerintah daerah untuk berperan aktif melakukan P4GN, karena dalam penanganannya harus secara terpadu.

“Dengan terus dilakukan sosialisasi, kami meyakini jika lembaga pemerintah bisa secara mandiri mencegah segala bentuk narkoba. Karena dalam Inpres tersebut diharuskan membuat regulasi dalam sebuah peraturan daerah, sehingga dapat melakukan pencegahan internal. Lebih fokus lagi melakukan pencegahan serta harus ada kepedulian dari semua pihak baik pemerintah maupun masyarakat. Memang, sejauh ini Pemkab Pandeglang sudah melakukan langkah, namun ke depan lebih ditingkatkan lagi seperti dinkes, disdik dan lainnya,” tuturnya.

Sementara itu Bupati Pandeglang Hj. Irna Narulita menginstruksikan organisasi perangkat daerah (OPD) melakukan pencegahan narkoba. “Kita harus menyatakan perang dengan narkoba karena sangat merusak generasi bangsa. Kita harus melakukan pencegahan mulai dari lingkungan keluarga, tempat kerja dan masyarakat,” kata Irna.

Menurut dia, bahaya narkoba ini di antaranya dapat merusak pola pikir dan kesehatan. Oleh karena itu, kata Irna, hindari dan cegah narkoba. Sebab, ke depan harus dapat bersaing di era milenial untuk membentuk generasi muda yang cerdas dan berkualitas. “Saya mengimbau jauhi narkoba, harus dapat memilih pergaulan, dan jangan pernah coba-coba mengonsumsi narkoba,” ujarnya. (IF)*


Sekilas Info

HUT Ke-31, PDAM Tirta Berkah Komitmen Optimalkan Pelayanan

PANDEGLANG, (KB).- Dalam memperingati HUT ke-31, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Berkah Pandeglang menggelar tasyakuran, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *