BNN Banten Gagalkan Penyelundupan 10 Kg Sabu

Suasana press release penangkapan kurir sabu seberat 10 kilogram di Kantor Badan Narkotika Nasional Provinsi Banten, Jalan Syech Nawawi Al-Bantani, Banjar Agung, Cipocok Jaya, Kota Serang, Kamis (14/3/2019).*

SERANG, (KB).- Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Banten menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu seberat 10 kilogram. Sabu tersebut diamankan petugas saat dalam perjalanan di jalan tol Tangerang-Merak, KM 43, Balaraja, Kabupaten Tangerang, Jumat (8/3/2019).

Informasi yang diperoleh, sabu seberat 10 kilogram itu rencananya akan dikirim ke wilayah Lampung atas pesanan seorang narapidana LP Rajabasa berinisial TKM. Petugas BNN mengamankan HP (29) alias HD alias Ewok, yang merupakan kurir dan bertugas berdasarkan perintah napi di dalam lapas tersebut.

“Tersangka ini merupakan kurir. Dia diperintahkan seorang warga binaan LP Rajabasa Lampung. Setelah barangnya diambil, dia menunggu perintah dari TKM,” kata Kepala BNN Banten Kombes Pol. Tatan Sulityana saat ekspose kasus di halaman BNNP Banten, Kamis (14/3/2019).

Penangkapan Ewok bermula saat petugas BNN mendapat informasi akan ada pengambilan narkotika jenis sabu dari Jakarta Utara ke Lampung. Atas informasi tersebut, petugas kemudian melakukan pemantauan ke lokasi yang akan dijadikan target pengambilan sabu.

Setibanya di lokasi sekitar pukul 19.30 WIB, petugas melihat tersangka yang mengemudikan mobil Daihatsu Sigra nopol BE 1398 YE terlihat mengambil paket di sebuah apartemen. Kurir tersebut kemudian langsung membawa paket itu masuk ke jalan tol Tangerang-Merak.

Saat dibuntuti, Ewok sempat berusaha mengelabui petugas dengan masuk ke jalur tol yang macet dan dipenuhi kendaraan. Namun, upaya sang kurir itu ternyata sia-sia. Ewok berhasil diamankan petugas di dekat Rest Area KM 43 Tol Tangerang-Merak sekitar pukul 21.15 WIB.

“Penyelundupan ini sudah kelima kali. Kalau kita total, nilainya bisa mencapai Rp 10 miliar. Sampai sekarang, kasusnya masih terus kita kembangkan. Termasuk menyelidiki warga binaan yang mengendalikan pengiriman sabu tersebut,” ujar Tatan.

Akibat perbuatannya, Ewok terancam dijerat Pasal 115 ayat (2) dan atau Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman kurungan penjara seumur hidup. (Rifat Alhamidi/SJ)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here