Senin, 20 Agustus 2018

BMKG Rilis Peringatan Dini, Merak Dihantui Cuaca Buruk

CILEGON, (KB).- Cuaca buruk masih menghantui Kota Cilegon dan sekitarnya. Hingga Ahad (14/1/2018), hujan deras disertai angin kencang melanda Kota Cilegon, termasuk Pelabuhan Penyeberangan Merak. Hal itu menyusul peringatan dini yang dikeluarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Klas I Serang. Pada peringatan tersebut, BMKG merilis terkait potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang.

“Waspada pontensi terjadi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang. Potensi gelombang tinggi di Perairan Selat Sunda bagian selatan dan Perairan Selatan Banten terbilang tinggi,” kata Prakirawan Stasiun Meteorologi pada BMKG Klas I Serang, Trian Asmarahadi, Ahad (14/1/2018).

Ia menuturkan, kecepatan angin diprediksi berada di 10 hingga 30 km/jam dari arah barat hingga barat daya. Untuk itu, ia mengimbau agar masyarakat Cilegon dan sekitarnya waspada. “Bencana akibat angin kencang bisa terjadi. Karena itu, warga meningkatkan kewaspadaan,” ucap Trian.

Menanggapi hal itu, Manager Usaha Pelabuhan pada PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak Rudi Mahmudi, telah menerima peringatan dini BMKG Serang. Pihaknya pun menyikapi peringatan BMKG dengan kewaspadaan terhadap cuaca buruk. “Saat ini kami sedang waspada dengan kondisi cuaca buruk. Apalagi BMKG menyatakan, gelombang laut setinggi 4-5 meter bisa terjadi hingga Senin (15/1/2018) ini. Jika memang cuaca semakin parah, akan ada kebijakan terkait kebijakan Penyeberangan Pelabuhan Merak-Bakauheni,” katanya saat dihubungi, Ahad (14/1/2018).

Saat ini, kata dia, cuaca buruk hanya berpengaruh pada sailing time atau waktu tempuh dan kelancaran dalam merapat di dermaga. Pihaknya belum mengeluarkan kebijakan untuk menunda penyeberangan kapal penumpang. “Sailing time dan olah gerak di dermaga yang sekarang sedang terganggu. Tapi untuk penyeberangan masih diberlakukan,” ujarnya.

Rudi mengatakan, waktu tempuh kapal dalam menyeberangkan menjadi lebih lama dari biasanya. Begitu pula waktu merapat kapal untuk bongkar muat di dermaga. “Paling berpengaruh itu memang pada olah gerak kapal saat hendak merapat. Angin kencang dan arus laut membuat kapal agak kesulitan untuk merapat. Jika memang tidak memungkinkan merapat, kapal akan meminta izin engker di perairan hingga cuaca berangsur baik,” ucapnya.

Ia mengakui, KMP Jatra I sempat keluar dari lintasan akibat cuaca buruk, akhir pekan lalu. Itu pun demi keselamatan penumpang karena cuaca buruk sedang menghantam Perairan Merak. “Kemarin KMP Jatra I memang keluar dari lintasan penyeberangan. Kapal memilih untuk tidak melakukan penyeberangan karena cuaca sedang buruk,” tuturnya.

Lalu lintas di area Pelabuhan Merak, lanjut Rudi, juga sempat padat pada Ahad (14/1/2018) dini hari. Namun kepadatan terurai setelah cuaca membaik menjelang pagi. “Pantauan saya, pada pukul 06.00 kepadatan sudah terurai. Di setiap dermaga tinggal 5 hingga 10 unit kendaraan yang antre,” ucap Rudi. (AH)***


Sekilas Info

DPRD Kota Cilegon Soroti Data Dokumen KUA PPAS

CILEGON, (KB).- Rapat gabungan pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Anggaran Pendapatan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *