BLK Kabupaten Serang Dibangun Setelah Pilkada

SERANG, (KB).- Rencana pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Serang seluas 1,5 hektare di Desa Kendayakan, Kecamatan Kragilan tidak masuk dalam penganggaran 2020.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang merencanakan pembangunan gedung tersebut dilaksanakan usai pilkada. Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa mengatakan, pembangunan BLK tersebut, diperkirakan baru akan dilakukan usai pelaksanaan Pilkada 2020.

Sebab, untuk 2020, anggaran banyak yang tersedot ke pilkada. “Hampir Rp 105 miliar untuk pilkada. Belum masuk pembahasan 2020 (untuk pembangunan BLK),” katanya kepada Kabar Banten, Selasa (19/11/2019).

Ia mengungkapkan, pihaknya juga berharap pembangunan BLK bisa terealisasi segera. Namun, saat ini pembangunannya masih terkendala anggaran. “Anggarannya masih rebutan (untuk program lainnya),” ucapnya.

Baca Juga : Terkendala Anggaran, Rencana Pembangunan BLK Kabupaten Serang Mandek

Menurut dia, setelah pilkada nanti anggaran yang akan digunakan untuk pembangunan BLK bersumber dari APBD. Kemudian, dia akan meminta bantuan kepada Provinsi Banten untuk sharing anggaran. “Pasti minta bantuan provinsi kan kami anaknya provinsi,” ujarnya.

Keberadaan BLK, tutur dia, diharapkan akan membantu dalam mengatasi masalah pengangguran yang masih tinggi. Sebelumnya, dia juga mengatakan, angka pengangguran di Kabupaten Serang tinggi, karena memang daerah atau kabupaten industri, sehingga menjadi magnet atau daya tarik orang untuk datang ke Serang.

“Kenapa orang tidak datang ke Rangkas?. Lebak, Pandeglang kecil angka penganggurannya, karena bukan daya tarik industri,” katanya.

Menurut dia, banyak orang datang ke Serang untuk mencari kerja dan terjun di dunia industri. Sebab, adanya migrasi penduduk mengakibatkan angka pencaker Kabupaten Serang tinggi.

“Sudah penduduk lokal ditambah pencaker pendatang. Tapi, kalau orang Serang saja tanpa menghitung pendatang pasti persentasenya sama dengan Pandeglang, Lebak. Karena, dihitungnya pencaker di Serang bukan hanya dari KTP,” tuturnya.

Baca Juga : Dewan Minta Provinsi Bangun BLK di Kabupaten Serang

Sementara, Kepala Bidang Perumahan dan Gedung Pemerintahan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Tata Bangunan (DPKPTB) Kabupaten Serang Tony Kristiawan mengatakan, berdasarkan hasil kajian detail engineering desain (DED) BLK Kecamatan Kragilan yang telah disusun pada 2018, diperkirakan akan menelan anggaran Rp 3,6 miliar.

Ia mengatakan, dengan Rp 3,6 miliar ini akan dibangun, antara lain gedung kantor, masjid, workshop lima unit, asrama, dapur umum, rumah genset, parkir, pos jaga, gedung aula, bak sampah, menara air, dan papan nama BLK.

Akan tetapi, kata dia, terkait kapan mulai dibangun fisiknya, dia tidak tahu. Sebab, hal itu berkaitan dengan kesiapan anggaran di Pemkab Serang. (DN)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here