”Blast Furnace” PT KS Bermasalah, Hujan Debu Landa Empat Kelurahan

DEBU batu bara cukup tebal tampak bertebaran di depan Sekolah Dasar 1 Samangraya, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, Jumat (13/12/2019).*

CILEGON, (KB).- Kasus pencemaran lingkungan kembali terjadi di Kota Cilegon. Kali ini empat kelurahan di Kecamatan Citangkil, dihujani debu batu bara yang diduga dari blast furnace (BS) PT Krakatau Steel (KS), Jumat (13/12/2019).

Empat kelurahan tersebut, Samangraya, Deringo, Warnasari, dan Kubangsari. Paling parah yang dilanda hujan debu Kelurahan Samangraya, di mana ketebalan debu batu bara yang mencemari lingkungan cukup signifikan.

Ubaydilah, warga Samangraya mengatakan, pencemaran debu batu bara terjadi mulai terjadi pada Jumat (13/12/2019) pukul 01.00 WIB. Masyarakat terkaget-kaget melihat debu hitam bertebaran di halaman hingga jalan raya di pagi hari.

“Waktu saya bangun tidur lalu ke luar rumah, saya lihat jalan raya mengkilap. Kira saya itu kilapan air hujan, tahunya debu batu bara,” katanya.

Ia yang merupakan seorang staf Kelurahan Deringo menuturkan, kondisi tersebut, langsung dibahas di media sosial (medsos). Dari situlah, dia mendapat informasi jika kelurahan-kelurahan lain mengalami hal sama.

“Saya lihat medsos, teman-teman saya di kelurahan lain juga mengalami hal sama. Tapi, paling parah di Samangraya,” ujarnya.

Samlawi Baralawe, warga Deringo menyesalkan pencemaran lingkungan yang terjadi kemarin. Ia mendesak Pemkot Cilegon segera melakukan tindakan.

“Jujur, kami tidak tahu asal debu ini dari mana. Tapi, kami berharap, Pemkot Cilegon segera proaktif. Sebab, ratusan warga telah terkena dampak dari debu ini,” ucapnya.

Wali Kota Cilegon Edi Ariadi terkesan kaget dengan munculnya hujan debu batu bara. Ia telah memerintahkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon untuk menyelidiki asal munculnya debu tersebut. “Saya sudah minta DLH menelusuri persoalan itu,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala DLH Kota Cilegon Ujang Iing menutrkan, jika debu batu bara yang mencemari empat kelurahan di Kecamatan Citangkil berasal dari BF PT KS. Ia mengumpulkan lurah-lurah yang terkena dampak, juga perwakilan dari PT KS untuk memberikan penjelasan.

“Kami langsung turun tangan, petugas PPLH (Pengawas Pembangunan dan Lingkungan Hidup) juga sudah melakukan pengamatan lapangan. Hasilnya, kami dapati asal debu itu dari BF PT KS. Makanya, saya kumpulkan semua pihak di Kelurahan Samangraya tadi pagi,” katanya.

Menurut Iing, Pelaksana tugas (Plt) General Manager Security and General Affair PT KS Edjie Djauhari yang memenuhi panggilan DLH Kota Cilegon saat itu, telah mengakui kesalahan dan memohon maaf. Pihak perusahaan siap memberikan sejumlah kompensasi, salah satunya pembagian sembako.

“Mereka siap membersihkan daerah-daerah yang terkena dampak. Selain itu, mereka akan bagi-bagi masker, juga sembako,” ujarnya.

Di sisi lain, petugas PPLH akan mengkaji dampak-dampak dari munculnya hujan debu batu bara tersebut. Hasilnya, akan menjadi dasar DLH Kota Cilegon untuk mengambil sikap.

“Saya mau tunggu hasil analisa petugas PPLH dulu. Dampaknya apa saja, apakah kesehatan warga terganggu. Nanti kalau ada hasil, akan jadi dasar kami untuk meneruskan temua PPLH,” ucapnya.

Pada bagian lain, Plt General Manager Security and General Affair PT KS Edjie Djauhari membenarkan debu tersebut berasal dari BF PT KS. Insiden tersebut, tutur dia, terjadi karena adanya penurunan tekanan saat pabrik beroperasi.

“Sederhananya sih, terjadi over uap, karena proses pembakaran batu bara kan di-steam. Karena over uap, terjadi penurunan tekanan, lalu debunya keluar,” tuturnya.

Ia mengklaim, debu tersebut tidak beracun dan berbahaya. Ia mempersilakan masyarakat untuk membuktikan sendiri kandungan dari debu batu bara yang telah tersebar. “Warga silakan tes sendiri, karena abu kami jauh dari abu vulkanik,” katanya.

Pascakejadian, lanjut dia, operasional pabrik BF langsung dihentikan. PT KS sendiri telah menyiapkan tenaga medis untuk antisipasi adanya korban dari masyarakat yang terkena dampak.

“Sekarang pabriknya dihentikan dulu operasionalnya. Sekarang sudah tidak ada debu. Saat ini kami sedang menginvestigasi di internal. Kami juga sudah siapkan tim medis, roadshow ke warga” ucapnya. (AH)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here