Blangko KTP-El di Kabupaten Serang Dijatah 50 Keping Per Hari

Warga saat mengantre untuk mendapatkan pelayanan di Kantor Disdukcapil Kabupaten Serang, Rabu (7/8/2019).*

SERANG, (KB).- Blangko kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Serang dijatah 50 keping per hari. Hal tersebut sesuai dengan kuota blangko dari Pemerintah Pusat yang hanya diberikan 500 keping per 10 hari.

Sekretaris Disdukcapil Kabupaten Serang Jajang Kusmara mengatakan, untuk saat ini jumlah blangko KTP-el yang tersedia pasca-pemilu sangat terbatas. Sebab, kini blangko disuplai langsung dari Kemendagri.

“Sampai Minggu ini, blangko yang disediakan itu berdasarkan suplai dari pusat per 10 hari itu hanya disediakan 500 keping blangko, artinya per hari hanya ada 50 keping. Kalau waktu normal pas pemilu sehari kami sediakan sampai 600 keping, karena kebutuhan waktu itu cukup tinggi,” katanya, Rabu (7/8/2019).

Menurut dia, 50 keping tersebut, juga hanya diberikan kepada masyarakat yang emergency, seperti untuk keperluan rumah sakit, BPJS, klaim asuransi hingga pekerjaan dan sekolah yang mendesak.

“Itu kami bantu. Selain itu, kami kasih suket dulu. Memang dipilih, tapi kuncinya dari masyarakat yang mengurus dokumen kependudukan harus jujur, tidak boleh bohong. Karena, kami ingin bantu yang benar-benar emergency. Kalau yang sifatnya masih bisa ditangguhkan enggak apa-apa pakai suket,” ujarnya.

Ia menjelaskan, untuk wajib KTP-el di Kabupaten Serang saat ini berjumlah 1.052.459 jiwa dan sudah tercetak 1.040.015 jiwa. Dengan demikian, sudah di angka 98 persen warga memiliki KTP-el.

“Dua persen (sisa) itu pemula yang baru mau dan sedang rekam. Nanti selesai, sekarang sudah habis di sekolah ketika mau pemilu. Kami sudah kejar di sekolah, lapas, kami kejar dengan cepat, karena kami terus berupaya mendekatkan, agar selesai,” ucapnya.

Ia mengatakan, untuk KTP-el siswa yang sudah direkam semua sudah dicetak dan sudah dibagikan. Saat ini, tinggal menunggu wajib KTP baru yang menginjak usia 17 tahun.

“Kan tiap bulan ada saja, itu sudah diinformasikan, agar segera melakukan perekaman. Sekalipun blangko minim kalau sudah rekam tinggal cetak. Itu statusnya print ready record (PRR), ketika dia butuh datang lagi. Sementara ini dikasih suket, nanti kalau datang lagi atau keperluan darurat suket bisa ditukar dengan KTP-el,” tuturnya.

Sementara, untuk wajib KTP-el yang sudah masuk PRR pada tahun ini sudah mencapai 12.000. Sementara, pada 2018 ada 20.000 warga yang sudah dicetak KTP-el-nya ketika hendak pemilu.

“Sekarang ada PRR baru itu yang usia 17 atau belum pernah rekam merekam, karena keterbatasan blangko dikasih suket. Tapi, posisi suket itu datanya riil,” katanya.

Warga antre sejak Subuh

Sementara, warga rela mengantre sejak Subuh di kantor Disdukcapil Kabupaten Serang, pada Rabu (7/8/2019). Warga Kecamatan Waringin Kurung Marfu mengatakan, sudah datang ke kantor Disdukcapil sejak pukul 04.30 WIB pagi.

Kedatangannya ke kantor tersebut, untuk mengantar buah hatinya membuat KTP-el. “Sudah dari setengah lima, nganter anak, tapi sekarang sudah masuk,” ujarnya kepada Kabar Banten saat ditemui di lokasi.

Ia menuturkan, alasan datang sejak pagi buta, agar bisa mendapatkan pelayanan lebih dulu. Sebab, dia sudah mendengar jika sekarang jatah blangko KTP-el sedikit. ‚ÄĚDenger-denger iya sedikit, harusnya kaya gitu ada kebijaksanaan, supaya lancar, berangkat setengah lima untuk kejar antrean. Tadi pagi pas saya datang sudah ramai,” ucapnya.

Disinggung terkait adanya UPT Disdukcapil di kecamatan, dia mengatakan, pelayanan di kantor tersebut, masih belum lengkap, sehingga lebih memilih datang ke kantor dinas. “Kalau di UPT cuma foto doang, pernah di situ, untuk cetak belum bisa. Di Waringin Kurung juga ada UPT,” tuturnya. (DN)*

2 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here