BKKBN Sosialisasi Pembangunan Keluarga, Generasi Muda Harus Berkualitas

SERANG, (KB).- Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Banten menyarankan orangtua untuk mendidik anaknya menjadi generasi berkualitas. Hal tersebut dilakukan, agar para generasi muda siap menghadapi bonus demografi yang akan terjadi pada beberapa tahun kedepan.

Hal tersebut disampaikan perwakilan BKKBN Provinsi Banten Kiki saat menjadi narasumber dalam Sosialisasi Pembangunan Keluarga Bersama Mitra Kerja Tahun 2019 bertajuk “Generasi Berencana (Genre) Menuju Generasi Emas Tahun 2045” yang dilaksanakan BKKBN di Aula D’Wiza Resto, Kota Serang, Jumat (15/3/2019).

“Lambat laun Indonesia akan dihadapkan oleh bonus demografi, di mana usia produktif akan lebih banyak daripada usia nonproduktif. Maka dari itu, kami sebagai orangtua harus mengarahkan dan membentuk anak-anak kami dan mempersiapkan generasi-generasi hebat di masa mendatang,” katanya.

Ia menyarankan, generasi muda memperhitungkan secara matang usia pernikahan. “Pembangunan keluarga secara mendalam menekankan tentang usia ideal pernikahan, wanita 21 tahun dan laki laki minimal 25 tahun,” ujarnya.

Selain memperhitungkan usia pernikahan, pasangan suami-istri juga hendaknya memperhitungkan usia akan hamil dan jarak kelahiran. Menurut dia, melahirkan yang terjadi pada usia masih dini akan berisiko terhadap kesehatan ibu.

“Keluarga juga hendaknya membangun ketahanan keluarga, meningkatkan interaksi dalam kehidupan keluarga, saling menjaga keharmonisan, dan ketenteraman keluarga untuk mencapai keluarga sejahtera,” ucapnya.

Anggota Komisi IX DPR RI Kartika Yudhisti menuturkan, perhitungan usia pernikahan dan melahirkan bertujuan mewujudkan pengendalian penduduk dan keluarga yang berkualitas. “Kalau tidak dikendalikan bisa jadi pada 25 tahun mendatang akan terjadi ledakan penduduk Indonesia,” tuturnya.

Kepadatan penduduk akan berpengaruh terhadap beberapa sektor, seperti ekonomi dan kebutuhan lahan perumahan. “Kemudian, pendidikan generasi muda dan berkurangnya lapangan kerja untuk generasi-generasi mendatang. Mari kami satukan pola pikir kami untuk menghadapi ini, didik anak kami untuk memersiapkan generasi hebat 100 tahun Indonesia sampai pada tahun 2045,” katanya. (SN/KO)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here