BKKBN-IPeKB Banten Gelar Baksos Program KKBPK

Suasana rapat koordinasi persiapan Baksos IPeKB Provinsi Banten, di kantor BKKBN Banten, Selasa (29/10/2019).*

SERANG, (KB).- Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Banten bersama Dewan Pengurus Daerah (DPD) Ikatan Penyuluh Kaluarga Berencana (IPeKB) Provinsi Banten akan melaksanakan kegiatan Bakti Sosial (Baksos) dengan tema “Baksos IPeKB sebagai wujud peningkatan komitmen IPeKB  dalam mendukung Pencapaian Kinerja Program KKBPK di Lini Lapangan” di dua kabupaten di Provinsi Banten, Jumat hingga Ahad (1-10/11/2019).

Hal tersebut terungkap dalam kegiatan rapat koordinasi BKKBN Provinsi Banten dan DPD IPeKB Provinsi Banten, di kantor BKKBN Banten, Selasa (29/10/2019).

Kabid ADPIN BKKBN Provinsi Banten, Dra Yeti Rismayati mengatakan, kegiatan ini berlangsung selama 10 hari dengan tujuan untuk mengoptimalisasikan mekanisme operasional program KKBPK, perapihan pengelolaan Kampung Keluarga Berencana (KB), pelayanan Keluarga Berencana, pembentukan dan pembinaan poktan BKB, BKR, BKL dan UPPKS serta pembentukan dan pembinaan rumah data kependudukan di Kabupaten Serang dan Kabupaten Tangerang yang memiliki pencapaian Perjanjian Kinerja belum Optimal.

“Untuk di Kabupaten Serang lokasi baksos di antaranya di Kecamatan Ciruas dengan lokus Kampung Pulo dan Kampung Singamerta serta Kecamatan Kragilan di kampung Cisait dan kampung Undar Andir. Sementara di Kabupaten Tangerang lokasi baksos di Kecamatan Pasar Kemis dengan lokus kampung Kutajaya dan kampung Pangadegan serta di Kecamatan Cikupa dengan lokus di kampung Budimulya dan kampung Pasir Gadung,” ujarnya.

Yeti menjelaskan bahwa organisasi IPeKB selain memiliki kewajiban dalam memperjuangkan eksistensi penyuluh lapangan, juga memiliki kewajiban moral untuk terus mendorong secara aktif dalam upaya pencapaian target-target program secara umum seperti halnya penyuluh lapangan.

“IPeKB sebagai wadah perjuangan para PKB/PLKB memiliki kewajiban dalam memberikan ruang dan media bagi para PKB/PLKB dalam memenuhi target-target program KKBPK,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, program KKBPK merupakan salah satu program pemerintah dalam upaya mengentaskan kemiskinan dengan cara mengatur perkawinan, reproduksi, jarak kelahiran, dan jumlah anak ideal.

“Program KB diharapkan mampu lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat sehingga bisa memutus mata rantai kemiskinan. Keberhasilan Program tersebut akan sangat tergantung dari kapasitas dan kuantitas Petugas KB (PKB/PLKB) di lapangan dibantu para kader,” ujar Yeti.

Ia menambahkan, untuk menyiapkan masa depan generasi penerus dalam pembangunan ketahanan keluarga dan upaya memaksimalkan secara positif dampak bonus demografi, peran PKB/PLKB bisa sangat dominan dalam konteks mewujudkan Revolusi Mental masyarakat Indonesia, tuturnya. (KO)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here