BKKBN Ajak Generasi Muda Perbanyak Kegiatan Positif

SUASANA Sosialisasi Pembangunan Keluarga Bersama Mitra 2019 bertajuk “Generasi Berencana Menuju Generasi Emas Tahun 2045” yang diselenggarakan BKKBN di Gedung Pelangi, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, Kamis (14/3/2019).*

CILEGON, (KB).- Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Banten mengajak generasi muda untuk memperbanyak kegiatan positif, sehingga masa depan anak muda akan lebih cemerlang.

Hal tersebut terungkap dalam Sosialisasi Pembangunan Keluarga Bersama Mitra 2019 bertajuk “Generasi Berencana (Genre) Menuju Generasi Emas Tahun 2045” yang diselenggarakan BKKBN di Gedung Pelangi, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, Kamis (14/3/2019).

Kepala Bidang Pengendalian Kependudukan BKKBN Provinsi Banten Drs.Budoyo mengatakan, generasi muda merupakan masa menentukan bagi masa depan. “Nikmatilah masa muda ini dengan jalan positif,” katanya saat menyampaikan materi sosialiasi.

Kegiatan negatif yang harus dihindari anak muda, di antaranya seks bebas dan menyalahgunakan narkotika. Seks bebas dapat menyebabkan penyakit menular seksual, sementara penyalahgunaan narkotika mengancam masa depan.

Selain mengajak anak muda memperbanyak kegiatan positif, dia juga mengajak anak muda memperhitungkan usia pernikahan secara matang. Ia menyarankan, anak muda menikah setelah memasuki usia matang pernikahan, yakni 21 tahun bagi perempuan dan 25 tahun bagi laki-laki.

“Daripada buru-buru menikah, maksimalkan terlebih dahulu pendidikan, sehingga jadi modal saat nanti membangun berkeluarga,” ujarnya.

Dalam kesempatan sama, perwakilan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Cilegon Bahri menuturkan, BKKBN telah mempersiapkan wadah bagi anak muda, agar menghindari seks bebas, narkotika, dan memiliki pengetahuan untuk mempertimbangkan usia pernikahan. Wadah tersebut, diberi nama Generasi Berencana (Genre).

“Genre itu wadah kegiatan remaja untuk supaya tidak menikah dini, tidak seks bebas, dan menjauhi narkoba,” ucapnya.

Kepada orangtua, dia meminta untuk memerhatikan perkembangan anak-anaknya. Orangtua harus membiasakan melakukan komunikasi dan mendengarkan keluhan anak. “Jadi, bagaimana ibu-ibu bisa dekat dengan remaja. Jangan langsung marah, dekati dulu,” tuturnya. (SN/KO)*

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here