Rabu, 26 September 2018

Bisnis Busana Muslim Menjanjikan

PEKEMBANGAN tren atau fesyen busana Muslim wanita seakan tak pernah ada habisnya. Berbagai model busana kaum Hawa tersebut, terus bermunculan, mulai dari gamis, kerudung, outer hingga kasual sekalipun. Perkembangan fesyen juga ditunjang dengan besarnya pasar dan juga tingginya daya beli masyarakat. Sehingga, kondisi tersebut memunculkan lahirnya pelaku bisnis pakaian atau butik.

Salah satunya, adalah Margaretha Ria, pemilik Butik Rumah Jahir RR di Jalan Mayor Supri Jamhari, Ruko Pegantungan, Nomor 7, Kelurahan Cimuncang, Kecamatan/Kabupaten Serang. Ia menuturkan, tertarik memulai bisnis usaha pakaian Muslim, karena usaha tersebut, dinilainya cukup menjanjikan. Terlebih sekarang ini tren fesyen pakaian Muslim wanita memiliki pasar luas. Sehingga, usaha tersebut banyak ditekuni para pengusaha pakaian seperti dirinya.

“Saya sangat bersyukur, meski usaha saya terbilang baru. Namun, saat ini reseller produk pakaian Muslim di butik saya sudah tersebar hampir ke seluruh Indonesia. Malah sampai ke beberapa negara tetangga, seperti Malaysia, Singapura, dan Hong Kong,” kata perempuan yang akrab disapa Ria tersebut, saat berbincang dengan Kabar Banten, Kamis (8/3/2018).

Menurut dia, banyaknya pelanggan yang membeli pakaian ke butiknya, karena model yang tersedia sangat menarik dan juga banyak pilihan. Selain itu, harga yang ditawarkan juga relatif murah, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Di butiknya juga tidak hanya menjual pakaian, tetapi juga menjual kain yang hargannya mulai dari Rp 30.000 hingga Rp 250.000 per meter.

Untuk memasarkan produknya sendiri, ujar dia, selama ini hanya mengandalkan media sosial (medsos) atau online shop. Meski hanya fokus menggunakan media daring, namun hal tersebut tidak membuat penjualannya menurun. Bahkan, omzet penjualan yang didapatkannya bisa mencapai Rp 500 juta per bulan.

Ia menceritakan, usaha pakaian Muslim tersebut, berawal dari proses hijrah dia memutuskan untuk menggunakan hijab. Karena, kebutuhan penyesuaian pakaian menggunakan hijab tersebut, dia sering melihat berbagai macam motif gamis dan beberapa model pakaian Muslim lainnya yang sedang ngetren. Saat itu, sama sekali belum terpikir untuk membuka usaha pakaian Muslim.

“Awalnya memang suka saja lihat motif gamis dan model Muslim. Tapi, harganya kan mahal ya, akhirnya saya coba cari kain dan jahit sendiri. Model pakaian yang saya jahit sendiri ternyata banyak yang suka, ada satu dua orang yang minta dijahitin pakaian ke saya. Nah, dari situ keterusan dan saya mulai coba serius membuka usaha pakaian Muslim,” ucapnya. (Rizqi Putri/Job)***


Sekilas Info

Mitra Jamkrida Banten Terus Bertambah

SERANG, (KB).- Lembaga mitra kerja sama PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Banten terus bertambah. Tercatat, 40 …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *