Bisa Picu Kecemburuan, Tunjangan Khusus Dipertanyakan

SERANG, (KB).- Sejumlah anggota DPRD Kabupaten Serang mempertanyakan pemberian tunjangan khusus yang hanya diberikan kepada aparatur sipil negara (ASN) di empat organisasi perangkat daerah (OPD). Sebab, tunjangan khusus tersebut bisa memicu kecemburan, yang berdampak terhadap kinerja OPD lainnya.  “ASN sama-sama bekerja untuk rakyat, sebaiknya tidak ada perbedaan. Nanti, bisa muncul istilah OPD basah dan kering, karena ada tunjangan khusus itu . Kalau mau dikasih ya kasih semua, kasihan juga yang lain kalau tidak diberikan dan harus benar-benar berdasarkan kinerja ada parameternya,” kata anggota Komisi I DPRD Kabupaten Serang, Zaenal Abidin, kepada Kabar Banten, Rabu (23/8/2017).

Ia menuturkan, pihaknya akan mempertanyakan kebijakan tersebut kepada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).  “Saya akan pertanyakan dasarnya apa. Apakah dinas lain yang tidak dapat tunjangan khusus itu dianggap gak penting atau bagaimana,” ujarnya. Jika dalam pemberian tunjangan tersebut terkait beban kerja, ucap dia, kecamatan juga memiliki beban yang sama beratnya, karena mengurus masyarakat secara langsung.  “Kalau gak ada kecamatan, siapa yang mau ngurusin. Sementara, di kecamatan TPP rendah, tunjangan gak ada. OPD lainnya seperti di Setwan itu kalau dihitung-hitung berat juga, apalagi mereka mengurus 50 orang yang berbeda-beda sifatnya, berat itu,” tuturnya.

Hal hampir senada dikatakan Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Serang, Cholis Rowiyan. Pemberian tunjangan khusus tersebut, kata dia, harus diberikan kepada ASN di semua OPD, agar tidak ada kecemburuan yang kemudian mengakibatkan lemahnya kinerja.  “Harus semuanya diberikan biar gak iri. Tentu tetap berdasarkan kinerjanya. Kalau tidak diberikan ke semua OPD, takutnya nanti terjadi kecemburuan. Kalau kata orang Serang, bebanting nanti. Terus malah malas kerjanya. Jangan dipilih-pilih OPD tertentu saja, gak fair,” katanya. Jika kemudian alasan pemberian tunjangan khusus berdasarkan beban kerja, ujar dia, semua OPD juga harus dinilai.  Seperti di Setwan, menurut dia, beban kerjanya juga berat, karena mereka mengurus 50 orang yang berbeda-beda karakternya. “Dinas-dinas lainnya juga sama berat beban kerjanya, jadi harus dinilai semuanya,” ucapnya. (H-40)***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here